Pengadilan Irak Vonis Perempuan Indonesia Penjara 15 Tahun karena Gabung ISIS

DUNIA | 27 Juni 2019 15:51 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Mahkamah Agung Irak menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara kepada seorang perempuan Indonesia karena bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

WNI itu telah menikah dengan seorang anggota ISIS yang tewas dalam serangan udara koalisi AS, sebagaimana disebutkan dalam dokumen pengadilan kemarin.

Pernyataan yang sama menyebutkan, perempuan itu telah memasuki Provinsi Nineva, Irak, dari Suriah sebagaimana dilansir dari VOA Indonesia pada Kamis (27/6). Kapan kejadian itu terjadi tidak diungkap oleh dokumen tersebut.

Sebuah pengadilan Irak telah menjatuhkan hukuman mati terhadap lebih dari 10 warga Prancis dalam beberapa pekan terakhir. Seluruhnya dihukum karena menjadi anggota ISIS. Namun hingga saat ini, hukuman mati tersebut belum dilaksanakan.

Menurut data yang dihimpun Associated Press, Irak hingga sejauh ini telah menahan atau memenjarakan sedikitnya 19.000. Mereka dituduh memiliki hubungan dengan ISIS atau melakukan kejahatan terorisme.

Dari jumlah itu, lebih dari 3.000 orang telah dijatuhi hukuman mati.

Sementara itu, seorang WNI yang menjadi ahli IT kelompok teroris ISIS dikabarkan masih ditahan di Suriah pada Mei 2019 lalu. Utsman Mahdamy saat itu diringkus oleh Syrian Democratic Forces (SDF).

"Utsman Mahdamy masih ditahan di Suriah. SDF yang menahan," terang kata Kasatgas Foreign Terrorist Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), AKBP Didik Novi Rahmanto saat dihubungi Liputan6.com.

Didik menyebutkan, kemungkinan kepulangan Utsman akan dijemput pihak dari Indonesia. Ia sendiri belum bisa menyampaikan secara rinci perihal mekanisme penjemputannya, mengingat Utsman ditahan oleh SDF yang merupakan kelompok militan Suriah dan aktor non-negara.

"Kemungkinan ICRC (Komite Palang Merah Internasional) menjembatani, tapi sampai sekarang belem ada pembicaraan lagi," jelas Didik.

Menurut keterangan Didik, Utsman Mahdamy merupakan pria kelahiran Surakarta, 25 April 1990 dengan nama di paspor tertulis 'Utsman Mahdami'.

Ia berangkat dari Jakarta pada 25 Februari 2015 menuju Istanbul, Turki sebagai tempat transit untuk kemudian menuju wilayah Suriah.

Ia berangkat dengan menggunakan paspor bernomor A3491479. Pada 17 November 2017, dia diketahui ditangkap oleh SDF.

Sumber: Liputan6.com (mdk/pan)

Baca juga:
Kesaksian Mengerikan Para Korban Perbudakan Seks ISIS
Hati-Hati Begini Cara ISIS Rekrut WNI, Jangan Sampai Tergoda
Menhan Sebut Militan ISIS Kembali ke Negara Asal Jadi Ancaman Utama
WNI eks ISIS di Suriah Menyesal & Ingin Pulang, ini Kata Pemerintah Indonesia
Deretan Pengakuan Mengejutkan Para WNI yang Menyesal Gabung ISIS
Dari Pegunungan Afghanistan ISIS Diam-diam Siapkan Serangan ke Amerika dan Barat

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.