Pengalaman Israel, Omicron Tidak Seganas yang Ditakutkan

Pengalaman Israel, Omicron Tidak Seganas yang Ditakutkan
Ilustrasi virus corona. ©2020 Merdeka.com/liputan6.com
DUNIA | 3 Desember 2021 07:19 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Elad Maor awalnya takut dia mungkin telah menulari ratusan orang ketika dia menjadi orang Israel pertama yang dites positif Covid-19 varian Omicron pada Sabtu pagi pekan lalu.

Tiga hari sebelum dites positif, Dr Maor, dokter spesialis jantung, menghadiri rapat staf besar di rumah sakit di timur Tel Aviv. Dia memasang ring ke arteri 10 pasien.

Dan dia kemudian mengemudi ke konferensi kardiologi di utara Tel Aviv, satu mobil dalam perjalanan 90 menit bersama seorang koleganya yang berusia 70 tahun, dan makan siang di sana bersama lima orang lainnya di sebuah kantin yang ramai.

Dokter Maor (45), juga pernah menghadiri pertunjukan piano bersama puluhan penonton, di mana anaknya yang berusia 13 tahun memainkan karya pendek Stephen Heller, komposer Hungaria. Dan akhirnya, Jumat malam lalu, Maor memakan hidangan ikan di rumah mertuanya, bersama dengan istri dan sembilan anggota keluarga lainnya.

Tapi dari banyak orang yang pernah kontak dengannya, sebagian besar dari mereka telah menerima suntikan booster atau dosis ketiga vaksin Covid-19 Pfizer/BioNTech, hanya koleganya yang berusia 70 tahun yang dites positif varian Omicron lima hari setelahnya.

Jumlahnya mungkin bertambah, karena virus membutuhkan waktu beberapa hari untuk muncul saat tes, dan tidak setiap kontak telah dites. Tapi sedikitnya 50 orang telah diskrining dengan tes PCR oleh rumah sakit di mana Maor bertugas, Rumah Sakit Pusat Sheba, dan setidaknya 10 di antaranya telah dites setidaknya tiga kali.

Hasil awal ini telah membuat para ahli penyakit menular di Sheba, yang menampung salah satu laboratorium virus corona terkemuka Israel, memperkirakan orang yang telah divaksinasi tiga kali mungkin tidak rentan terhadap Omicron seperti yang ditakuti pertama kali.

2 dari 3 halaman

Bukan hal besar

Walaupun Maor bertemu banyak orang pekan lalu, hampir semuanya merupakan tenaga kesehatan atau anggota keluarga. Dan sebagian besar orang yang menghabiskan waktu paling banyak dengannya telah divaksinasi lengkap dan bahkan telah mendapatkan suntikan penguat atau dosis ketiga.

Penting untuk tidak memperkirakan terlalu banyak kasus yang terisolasi, menurut Profesor Gili Regev-Yochay, direktur unit epidemiologi penyakit menular di Sheba, yang membantu memimpin penelitian tentang virus tersebut.

"Tapi ini benar-benar menyampaikan pada kita, dalam beberapa kasus, Omicron tidak begitu menular jika Anda telah divaksinasi," jelasnya, dikutip dari The New York Times, Kamis (2/12).

"Dan menurut saya itu bukan hal yang besar."

Bagi Maor yang masih menjalani isolasi di rumah pada Rabu malam, ia masih mengkhawatirkan dirinya terkena Covid parah, walaupun dirinya telah divaksinasi lengkap, dan walaupun bukan perokok, sehat tanpa kondisi medis kronis. Spesialis jantung itu menghabiskan hari Sabtu dan Minggu di tempat tidur karena demam, sakit tenggorokan, dan nyeri otot — dan baru mulai merasa jauh lebih baik pada Rabu sore.

“Terlepas dari segalanya, terlepas dari vaksin dan booster, saya berada di tempat tidur selama 48 jam,” katanya dalam sebuah wawancara telepon.

“Jika saya tidak divaksin, saya mungkin akan berakhir di rumah sakit.”

3 dari 3 halaman

Tetap waspada

Menurut Profesor Regev-Yochay, pakar virus corona, pengalaman rekannya menyoroti perlunya para pelancong untuk terus melakukan tes diri dan menghindari tempat-tempat ramai selama beberapa hari setelah tiba dari negara dengan tingkat infeksi yang tinggi.

Dokter Maor pulang Rabu lalu dari London, di mana dia menghadiri konferensi kardiologi yang ramai. Karena dia telah dites negatif dua kali di London, dan ketiga kalinya setibanya di Israel, dia mengira dia aman untuk melakukan operasi pasien seperti biasa. Tetapi pengalamannya menyoroti bagaimana virus mungkin tidak muncul dalam tes selama beberapa hari.

Menurut Profesor Regev, itu menunjukkan bahwa idealnya, setiap pendatang baru ke negara itu akan dites setiap pagi setidaknya selama lima hari setelah mereka mendarat.

“Masyarakat harus berhati-hati,” katanya.

“Setiap hari dalam kegiatan sehari-hari."

  (mdk/pan)

Baca juga:
Moderna Sebut Vaksin Booster Khusus Omicron Siap Maret 2022
Cegah Omicron, DPR Soroti Aturan KCP-PEN Saat Gelombang 2 Tak Dijalankan dengan Baik
Nigeria Konfirmasi Dua Kasus Covid-19 Varian Omicron
Pasar Diguncang Varian Omicron, Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah ke Rp14.387/USD
Korea Selatan Laporkan Lima Kasus Varian Omicron, Dua di Antaranya dari Nigeria
CEK FAKTA: Benarkah Varian Omicron Tak Terdeteksi Tes PCR? Simak Penjelasannya
Gedung Putih Umumkan Kasus Covid-19 Varian Omicron Pertama di AS

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami