Pengemis di Saudi bisa raup Rp 150 juta per bulan

DUNIA | 19 Agustus 2013 21:05 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Menurut Sekretaris Jenderal untuk urusan perdagangan manusia di Arab Saudi, para pengemis di negeri itu bisa mendapat penghasilan Rp 150 juta saban bulan.

"Ada komplotan pengemis di balik bisnis ini. Inilah contoh paling nyata perdagangan manusia," kata Bajabir dalam wawancara dengan Saudi Gazette hari ini, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Senin (19/8).

Dia menyatakan kebanyakan perempuan dan anak-anak digunakan dalam tindakan kriminal ini.

"Anak-anak dan perempuan paling sering dipakai untuk mengemis dan juga distribusi obat-obatan terlarang serta film porno," kata dia.

Bajabir mengungkapkan sebelum mengemis di jalanan, anak-anak dan perempuan-perempuan itu dibawa ke dokter untuk menyamarkan kondisi mereka menjadi lebih buruk.

Dia menyebutkan sekitar 80 persen pengemis bukan warga negara Saudi.

Menurut Bajabir, pelanggaran hukum penggunaan anak-anak dan perempuan untuk mengemis bisa dikenakan hukuman hingga 15 tahun penjara.

"Orang-orang yang terlibat kriminal ini juga harus membayar denda tidak kurang dari Rp 2,7 miliar. Sedangkan komplotan bisnis ini harus membayar denda Rp 27 miliar," kata dia.

Bajabir mengingatkan kasus seorang warga asing yang dipenjara 18 bulan dan diharuskan membayar denda cukup besar karena memaksa dua istrinya untuk mengemis.

"Lelaki ini mengerahkan sebelas anak-anak di sejumlah tempat di Jeddah untuk mengemis. Pendapatan dia per bulan lebih dari Rp 160 juta."

p

(mdk/fas)

TOPIK TERKAIT