Penikaman di Dekat Bekas Kantor Charlie Hebdo Karena Penerbitan Ulang Karikatur Nabi

Penikaman di Dekat Bekas Kantor Charlie Hebdo Karena Penerbitan Ulang Karikatur Nabi
DUNIA | 27 September 2020 11:28 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Tersangka penikaman dua orang di luar bekas kantor koran Charlie Hebdo di Paris telah mengaku dan mengatakan serangannya ditujukan untuk media tersebut karena karikaturnya menghina Nabi Muhammad. Demikian disampaikan pejabat pengadilan pada Sabtu.

Bekas kantor Charlie Hebdo merupakan target serangan teroris pada Januari 2015 yang menewaskan 12 orang setelah koran mingguan itu menerbitkan karikatur Nabi Muhammad. Karikatur itu diterbitkan kembali pada awal September pada hari pembukaan sidang 14 tersangka serangan 2015.

Pihak berwenang Prancis menyampaikan, tersangka yang ditangkap sesaat setelah serangan penikaman pada Jumat, adalah seorang warga Pakistan berusia 18 tahun yang datang ke Prancis tiga tahun lalu sebagai penumpang di bawah umur. Walaupun dia sempat ditangkap sebulan lalu karena kedapatan membawa obeng, dia awalnya tak diidentifikasi sebagai Islam radikal, demikian disampaikan Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerald Darmanin, kepada televisi France 2 pada Jumat, dikutip dari The New York Times, Minggu (27/9).

Pejabat pengadilan, yang bersikeras tak menyebutkan identitas tersangka karena pihak berwenang Prancis belum mengonfirmasi secara terbuka pernyataan tersangka, mengatakan pemuda tersebut telah menjelaskan motif serangannya di TKP dekat mural untuk menghormati korban pembunuhan 2015.

Media Prancis secara luas melaporkan pada Sabtu bahwa tersangka telah mengaku dan mengaitkan serangan itu dengan Charlie Hebdo. Tapi pemerintah belum mengeluarkan pernyataan publik terkait motif pelaku, apakah dia beraksi sebagai balasan atas publikasi ulang karikatur nabi, atau apakah dia bertindak sendiri atau berkaitan dengan jaringan teroris.

Penerbitan ulang karikatur Nabi Muhammad memicu kemarahan di sejumlah negara Muslim di dunia, khususnya di Pakistan, di mana pengunjuk rasa mengutuk Charlie Hebdo. Dan Al Qaidah merespons dengan menyerukan kepada orang-orang agar menyerang koran tersebut.

Status tersangka penyerangan sebagai seorang imigran bisa memicu perdebatan lebih jauh terkait kebijakan imigrasi di Prancis, isu yang mendukung kebangkitan politik sayap kanan. Pesaing utama Presiden Emmanuel Macron dalam pemilihan presiden sebelumnya dan digadang-gadang akan menjadi penantang selanjutnya pada pemilihan yang akan datang, Marine Le Pen, dengan cepat mengaitkan insiden penikaman dengan kebijakan imigrasi yang longgar negara tersebut.

Dia berkicau di Twitter, banyak orang yang bisa dicegah menjadi korban, jika Prancis secara sistematis mengusir pendatang ilegal dan memburu Islamisme.

Menanggapi serangan penikaman, Charlie Hebdo pada Jumat berkicau di Twitter, "Episode tragis ini menunjukkan kita sekali lagi bahwa fanatisme, intoleransi, asal usul yang akan diungkapkan oleh penyelidikan, masih ada dalam masyarakat Prancis."

Tapi ketika editorial Charlie Hebdo menerbitkan ulang kartikatur nabi awal bulan ini, keputusan tersebut dianggap sebagai komitmen terhadap kebebasan berbicara tapi oleh sejumlah pihak lainnya dianggap sebagai provokasi tak berguna.

Baca Selanjutnya: Gerald Darmanin menyampaikan sifat serangan...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami