Penjelasan Lima Demonstran Myanmar Mengapa Mereka Tak Akan Pernah Menyerah

Penjelasan Lima Demonstran Myanmar Mengapa Mereka Tak Akan Pernah Menyerah
Warga Myanmar Blokir Jalan dengan Sampah. ©2021 REUTERS
DUNIA | 6 April 2021 07:37 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Ratusan orang telah terbunuh di Myanmar di tengah meningkatnya tindakan kekerasan aparat terhadap para pengunjuk rasa yang menentang kudeta militer dan menuntut kembalinya demokrasi.

Kelompok advokasi Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) menyampaikan, lebih dari 510 orang telah terbunuh sejak kudeta.

Para pengamat meragukan kekerasan militer atau dikenal sebagai Tatmadaw, akan menghalangi para demonstran.

“Hebatnya, meskipun Gerakan Pembangkangan Sipil (CDM) terdiri dari pengunjuk rasa tak bersenjata dengan pelindung dan topi timah buatan yang tipis, mereka mampu menyangkal hal-hal yang paling didambakan Tatmadaw yang 'perkasa': kontrol atas negara dan stabilitas ekonomi,” jelas Gwen Robinson, seorang rekan senior di Institut Studi Keamanan dan Internasional Universitas Chulalongkorn di Bangkok, dan editor-at-large di Nikkei Asian Review.

“Dengan kekuatan semangat dan keberanian mereka, mereka telah menggagalkan para jenderal, dan bagi saya itu adalah kemenangan yang signifikan,” lanjutnya, dikutip dari Al Jazeera, Senin (5/4).

Myanmar memiliki populasi 54 juta di mana sekitar sepertiga berasal dari etnis minoritas.
Robinson meyakini kudeta telah membantu mempersatukan negara tersebut melawan militer.

“Anda memiliki usaha besar, masyarakat sipil, kelompok etnis, umat agama yang beragam yang menentang kudeta – itu adalah hal yang luar biasa,” jelasnya.

Dengan peringatan Robinson bahwa Myanmar bisa berakhir menjadi negara gagal dengan kediktatoran brutal yang memegang kekuasaan melalui kekuatan belaka, Al Jazeera mewawancarai lima pengunjuk rasa terkait mengapa mereka turun ke jalan dan apa yang mungkin terjadi selanjutnya.

Baca Selanjutnya: Demonstran garda depan...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami