Penjualan Anjlok akibat Pandemi Corona, China Beri Uang Tunai untuk Pembeli Mobil

Penjualan Anjlok akibat Pandemi Corona, China Beri Uang Tunai untuk Pembeli Mobil
pabrik mobil elektrik china. ©2016 REUTERS/Kim Kyung-Hoon
DUNIA | 15 April 2020 17:04 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Dalam kondisi normal, China akan menjual lebih dari 6 juta mobil baru hingga bulan April. Namun, data terakhir, penjualan baru mendekati 3,7 juta unit. Langkah subsidi tunai dilakukan pemerintah China demi membantu pasar mobil terbesar di dunia itu bangkit kembali setelah pandemi virus corona.

Penjualan mobil turun 42 persen pada kuartal pertama 2020 dibandingkan tahun lalu, menurut data yang dirilis akhir pekan lalu oleh Asosiasi Produsen Otomotif China (CAAM).

Sementara itu sebagian besar karena penurunan tajam (79%) pada bulan Februari - ketika negara dengan 1,4 miliar penduduk itu mencatat hanya 310.000 penjualan. Hanya 1,43 juta kendaraan terjual di China bulan lalu, penurunan 43% dari Maret 2019.

Seperti dikutip CNN, Rabu (15/4), industri otomotif memainkan peran penting dalam perekonomian Tiongkok. Lebih dari 40 juta orang di negara ini bergantung pada sektor ini untuk pekerjaan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Industri ini menghasilkan lebih dari USD 1 triliun pendapatan setiap tahun, sekitar 10% dari output manufaktur China.

Pasar mobil China yang sehat juga penting bagi seluruh dunia. Produsen mobil global seperti Volkswagen (VLKAF) dan General Motors (GM) masing-masing mampu menjual jutaan mobil di China dan bergantung pada negara itu sekitar 40% dari total penjualan mereka.

Baca Selanjutnya: Butuh Waktu untuk Bangkit...

Halaman

(mdk/bal)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami