Pentagon Bantah Akan Kirim 10.000 Tentara Tambahan ke Timur Tengah

DUNIA | 24 Mei 2019 21:56 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pejabat Pentagon di Amerika Serikat Patrick Shanahan membantah laporan yang mengatakan ada rencana mengirimkan antara 5.000 sampai 10 ribu tentara Amerika ke Timur Tengah untuk menghadapi potensi ancaman dari Iran.

"Tidak ada 10 ribu, tidak ada 5.000, itu tidak akurat," kata Shanahan kepada para wartawan, sebagaimana dilansir dari VOA Indonesia.

Tanggapan itu mengacu kepada laporan Reuters bahwa Amerika Serikat mempertimbangkan pengiriman 5.000 tentara ke kawasan, dan sebuah laporan Associated Press bahwa akan ada pengerahan hingga 10 ribu tentara.

VOA melaporkan bahwa Shanahan dan Jenderal Joseph Dunford, perwira militer top Amerika Serikat dan Kepala Staf Gabungan, memberi presiden sejumlah opsi pada Kamis, 23 Mei 2019 sebagai tanggapan atas ketegangan yang meningkat di Timur Tengah, termasuk kemungkinan mengirim ribuan pasukan ke kawasan.

Sebelumnya, The Guardian melaporkan bahwa Pentagon mengatakan pada Rabu bahwa Amerika Serikat (AS) akan mengirim tambahan lebih dari 10.000 tentara ke Timur Tengah, sebagai upaya meningkatkan pertahanan terhadap potensi ancaman Iran.

Mereka dilaporkan telah mengatakan bahwa langkah itu bukan sebagai respons terhadap ancaman baru dari Iran, tetapi ditujukan untuk memperkuat keamanan di wilayah Timur Tengah. Pasukan itu juga disinyalir untuk mendukung kehadiran kapal-kapal Perang AS dan Sekutu di Teluk Persia untuk memantau Iran.

Penambahan jumlah tentara tersebut sebelumnya dikatakan akan dibahas di Gedung Putih pada Kamis.

Menurut beberapa pengamat, jika rencana tersebut lolos di Gedung Putih, maka itu akan menjadi perubahan drastis kebijakan Donald Trump terhadap kebijakan jumlah pasukan Negeri Paman Sam di Timur Tengah.

Sebagaimana diketahui, Trump telah berulang kali menekankan perlunya mengurangi kehadiran pasukan AS di wilayah tersebut.

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Hadapi Ancaman Iran, AS Akan Kirim 10.000 Tentara Tambahan ke Timur Tengah
Pemuda AS Ditangkap karena Ingin Ledakkan Bom di Trump Tower dan Konsulat Israel
Perusahaan Desainer Chipset ARM Cabut Kerja Sama dengan Huawei
5 Kota dengan Biaya Sewa Apartemen Termahal Dunia, Sewa Sebulan Rp53,3 Juta
Menko Darmin: Perang Dagang AS-China Buat Semuanya Menderita

(mdk/pan)