Penularan Virus Corona di Air, Lebih Berisiko Kolam Renang, Danau, atau Laut?

Penularan Virus Corona di Air, Lebih Berisiko Kolam Renang, Danau, atau Laut?
DUNIA | 3 Juni 2020 06:06 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Sejumlah negara mulai mengurangi pembatasan dan lockdown terkait virus corona saat musim panas segera tiba. Dan berenang, merupakan salah satu aktivitas favorit saat suhu udara meningkat di musim panas. Tetapi para ahli telah memperingatkan bahwa berenang tidak menjadi bebas risiko selama pandemi.

Kolam renang, danau atau laut, di manakah risiko penularan Covid-19 lebih tinggi? Berikut beberapa fakta yang dihimpun sejauh ini seperti dikutip Al Arabiya, Selasa (2/6).

1 dari 4 halaman

Kolam Renang: Tidak ada bukti penularan

Sejauh ini, belum ditemukan bukti bahwa coronavirus novel, juga dikenal sebagai SARS-CoV-2, dapat menyebar melalui air di kolam renang dan kolam air panas, menurut Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) AS.

"Selain itu, operasi yang tepat dari tempat air ini dan desinfeksi air (dengan klorin atau bromin) harus menonaktifkan virus," kata CDC di situs webnya.

Namun kolam publik dapat menimbulkan risiko jika jarak sosial tidak dipertahankan keluar dari air.

"Adalah ide yang bagus untuk menjaga jarak fisik "antara Anda dan orang yang tidak tinggal bersama - setidaknya 6 kaki (2 meter) jika Anda bisa - ketika Anda berada di kolam renang umum atau taman air," menurut Mayo Clinic, rumah sakit nomor satu di Amerika oleh US News & World Report.

Anda sebaiknya tidak mengenakan masker saat berenang karena dapat membuat sulit bernapas, menurut Mayo Clinic, meskipun disarankan untuk memakai saat keluar dari air.

2 dari 4 halaman

Danau: Terbukti Menular

menular

Coronavirus novel dan coronavirus serupa lainnya telah terbukti menular di air tawar alami seperti danau, menurut organisasi lingkungan nirlaba Amerika, Yayasan Surfrider.

"Para peneliti selama webinar Water Research Foundation 12 Maret mencatat bahwa konsentrasi tinggi virus Covid-19 yang layak dapat membahayakan pengguna rekreasi air tawar," menurut pernyataan Surfrider Foundation.

Risiko penularan kemungkinan rendah karena pengenceran virus di dalam air, katanya.

3 dari 4 halaman

Laut: Risiko Penularan Belum Diteliti

Hingga kini, belum ada penelitian tentang apakah SARS-CoV-2 tetap aktif di air asin.

"Tidak jelas apakah berenang di pantai air asin meningkatkan risiko tertular Covid-19," menurut Surfrider Foundation.

"Ada kemungkinan bahwa orang yang terinfeksi dapat melepaskan virus ke dalam air dengan merendam wajah mereka," kata Charles Gerba, seorang profesor mikrobiologi dan imunologi di University of Arizona di Tucson, dalam sebuah wawancara dengan NBC News.

Karena itu yang terbaik adalah menjaga jarak sosial bahkan ketika berenang, Gerba merekomendasikan.

4 dari 4 halaman

Tindakan Pencegahan di Pantai

Risiko utama penularan Covid-19 di pantai adalah melanggar jarak sosial, kata ahli epidemiologi Universitas Yale, Dr. Kaveh Khoshnood, kepada Al Arabiya English.

Pengunjung pantai akan membutuhkan lebih dari handuk dan tabir surya di dunia pasca-Covid. Ketika kota-kota besar di seluruh dunia dari Ibiza ke Dubai ke Miami membuka kembali pantai mereka, pengunjung disarankan untuk membawa masker wajah, pembersih tangan, dan tisu disinfektan jika menggunakan peralatan pantai umum seperti kursi dan payung.

Tindakan pencegahan di pantai berbeda berdasarkan negara dan kota. Di Spanyol, sensor sedang dipasang di pantai untuk memperingatkan wisatawan yang berdesak-desakan, menurut The Daily Mail.

Di Dubai, semua pengunjung pantai harus menjalani pemeriksaan suhu sebelum masuk dan harus mengenakan masker, kecuali anak-anak di bawah usia enam tahun dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan khusus seperti masalah pernapasan parah.

Sementara itu Miami telah melarang permainan pantai seperti bola voli dan menyewa 400 'Duta Pantai' untuk menegakkan aturan jarak sosial, menurut Miami Herald.

Los Angeles juga melarang olahraga kelompok di pantainya, juga berjemur. (mdk/bal)

Baca juga:
WHO Bantah Klaim Dokter Italia Sebut Virus Corona Sudah Melemah
Menikmati Orkestra dari Jendela Hotel di Austria
Pemerintah Putuskan Tiadakan Haji Tahun 2020
Sembuh dari Covid-19, Nenek 103 Tahun Rayakan dengan Minum Bir Dingin
Geliat Pemandian Air Panas Jepang di Tengah Pandemi
Melihat New Normal Bioskop di Thailand

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Pariwisata Banyuwangi Bersiap Menyambut New Normal

5