Perang lawan Armenia, Azerbaijan minta dukungan Indonesia

Perang lawan Armenia, Azerbaijan minta dukungan Indonesia
DUNIA | 8 April 2016 17:12 Reporter : Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro

Merdeka.com - Konflik bersenjata antara Azerbaijan dan Armenia hanya bisa diselesaikan melalui keterlibatan komunitas internasional. Hal itu disampaikan Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia, Tamerlan Garayev. Sejak insiden saling tembak di Nagorno-Karabakh pekan lalu menewaskan 30 prajurit, Azerbaijan menggalang dukungan dari negara-negara mayoritas muslim.

Turki secara spesifik memberi dukungan bagi Azerbaijan dua hari lalu. Azerbaijan pun meminta dukungan Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbanyak di dunia.

"Kami sangat membutuhkan dukungan dari internasional. Kami butuh dukungan Indonesia juga," kata Garayev saat ditemui di Jakarta, Jumat (8/4).

Jika memungkinkan, selain dukungan simbolik, Dubes Azerbaijan berharap RI bersedia mengirim kontingen pasukan perdamaian. "Indonesia saya yakin berpengalaman menjadi penengah dua negara yang berseteru ini," ujarnya.

Garayev mengaku warga asli Karabakh. Berdasarkan versi Azerbaijan, wilayah sengketa itu tiba-tiba diduduki oleh milisi etnis Yerevan dibantu tentara Armenia pekan lalu. Tentara Azerbaijan akhirnya dikerahkan untuk mengusir pasukan asing.

Tensi kedua negara memanas, setelah helikopter militer Azerbaijan ditembak jatuh di Distrik Gargaji. "Armenia menyerang warga sipil kami, untuk menguasai wilayah sah Azerbaijan," tandas Garayev.

Perseteruan dua negara ini bermula setelah Azerbaijan lepas dari Uni Soviet pada 1992. Sedangkan saat itu Armenia telah lama merdeka dari Kekaisaran Ottoman Turki. Masing-masing negara mengklaim berhak menguasai kawasan Nagorno-Karabakh.

Nagorno-Karabakh sejak 1994 menjadi wilayah semi-otonom yang tidak diperintah siapapun, walau peta internasional masih memasukkannya sebagai wilayah Azerbaijan. Status quo ini adalah jalan tengah, agar Armenia maupun Azerbaijan berhenti berperang. Namun negosiasi untuk menuntaskan batas wilayah sampai sekarang sulit tercapai. Perang dua dekade lalu memakan korban tewas hingga 30 ribu orang.

Adapun pada Sabtu (2/4) lalu, kontak senjata terjadi antara militer Armenia dan Azerbaijan di wilayah sengketa. Sedikitnya 35 tentara tewas. Insiden itu adalah konflik terburuk di Nagorno-Karabakh sejak perjanjian damai diteken pada 1994. (mdk/ard)

Baca juga:
Azerbaijan tolak damai, berkukuh wilayahnya dicaplok Armenia
Armenia-Azerbaijan saling tembak di zona sengketa, 30 tentara tewas
Dubes Armenia: Kami ingin berdamai permanen dengan Azerbaijan
Presiden Azerbaijan nyatakan perang dengan Armenia via Twitter
Turki dan Israel gelar pertemuan maraton pulihkan hubungan
Kaum jomblo Turki demo ingin kawin

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami