Perayaan Tahun Baru di Berbagai Negara yang Masih Dibayangi Pandemi Virus Corona

Perayaan Tahun Baru di Berbagai Negara yang Masih Dibayangi Pandemi Virus Corona
Kawasan Champs Elysees, Paris, pada malam tahun baru, 31 Desember 2020.. ©Charles Platiau/Reuters
DUNIA | 1 Januari 2021 12:44 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Dari Jembatan Pelabuhan Sydney sampai Acropolis, kembang api meletus di langit. Namun kali ini, perayaan tahun baru tak gegap gempita seperti tahun-tahun sebelumnya.

Setahun setelah wabah virus corona muncul pertama kali di Wuhan China, virus ini telah menewaskan 1,7 juta orang di seluruh dunia. Sejumlah negara masih menerapkan lockdown dan berbagai pembatasan ketat untuk mencegah kerumunan massa.

Perayaan tahun baru 2021 di berbagai negara dirayakan dengan senyap. Kebanyakan orang merayakan hanya dari rumah bersama keluarga tercinta.

Dilansir France 24, Jumat (1/1), detik-detik pertama yang ditunggu-tunggu di tahun 2021 jatuh di negara-negara Pasifik Kiribati dan Samoa mulai pukul 10.00 GMT. Kepulauan Howland dan Baker yang tak berpenghuni akan menjadi yang terakhir mengalami Tahun Baru.

Selandia Baru, yang mendapat pujian atas penanganannya terhadap virus corona, menyusul Kiribati dan Samoa. Di negara ini, warga berkumpul di Auckland untuk menonton pertunjukan kembang api.

Di kota terbesar di Australia, Sydney, kembang api menyala menghias pelabuhan menyilaukan mata, tapi hanya beberapa orang yang menonton pertunjukan kembang api tersebut.
“Menurut saya setiap orang menantikan 2021 sebagai awal dan permulaan baru,” kata Karen Roberts kepada AFP di sebuah bar di sekitar Sydney Opera House.

Roberts adalah salah satu warga Australia yang beruntung diizinkan masuk ke sekitar Pelabuhan Sydney, lokasi pertunjukan kembang api pergantian tahun.

Baca Selanjutnya: Penerapan Jam Malam...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami