Perlawanan Anak Muda China di Dunia Maya dalam Isu Wabah Virus Corona

DUNIA | 24 Januari 2020 07:18 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Ratusan juta pengguna Internet di China kini tengah membahas tentang merebaknya virus Corona yang sudah menewaskan sedikitnya enam orang dan menjangkiti ratusan lainnya di sejumlah negara.

Unggahan yang memperlihatkan petugas medis juga terjangkit virus ini dilihat lebih dari satu miliar kali di Weibo, Twitternya warga China. Sementara tajuk rencana harian Beijing News yang menyerukan transparansi informasi terkait virus baru ini dilihat sebanyak 100 ribu kali di WeChat, aplikasi percakapan paling populer di Negeri Tirai Bambu.

Pemerintah China kini menghadapi situasi antara harus menjaga stabilitas keamanan dan sekaligus mengedukasi publik tentang keberadaan virus ini, terlebih jelang perayaan Tahun Baru Imlek yang dimulai hari ini.

Laman the Straits Times melaporkan, Kamis (23/1), sekitar tiga miliar rute perjalanan akan terjadi di seantero China sebagai bentuk tradisi tahunan mudik warga. Kondisi ini dikhawatirkan kian mempercepat penyebaran virus menjadi lebih luas.

1 dari 3 halaman

Kurangnya Informasi

Risiko penyebaran virus ini juga sudah pada tahap global setelah Selasa lalu Amerika Serikat memastikan ada satu pasien di negara itu yang mengidap penyakit serupa dan orang itu memang baru kembali dari China.

Pada waktu wabah SARS 17 tahun lalu media sosial belum ada dan karena itu kesadaran serta tindakan pencegahan terhadap wabah itu tidak seperti sekarang. Warga China kini sudah banyak yang memakai masker dan mencuci tangan secara rutin ketika dalam perjalanan. Namun netizen juga mengecam sikap aparat berwenang dalam menangani wabah ini.

Pengguna Weibo dan WeChat mengeluhkan kurangnya informasi dan mempertanyakan mengapa pemerintah tidak memberi tahu publik lebih awal tentang virus yang kini sudah bisa menular antar-manusia itu.

Profesor Fu King-wa di Pusat Studi Jurnalisme dan Media Universitas Hong Kong mengatakan sejumlah unggahan netizen yang menyinggung soal kasus ini dan mengaitkannya ke artikel dari media asing dihapus.

"Ini sudah 2020, beda dengan 2003 ketika SARS. Waktu itu tidak ada Weibo dan WeChat," ujar Fu. "Sekarang kita bisa bayangkan, tak peduli apakah yang dibagikan itu benar atau salah, pesan itu tetap akan menyebar cepat. Bentuk informasi semacam ini sulit dikontrol."

2 dari 3 halaman

Tindakan Aparat

Yang paling banyak dikecam di Weibo dan WeChat terutama soal Wuhan, kota yang menjadi asal mula virus corona itu. Aparat pemerintah awalnya bereaksi dengan menindak orang-orang yang dituduh menyebarkan berita rumor di media sosial. Polisi lokal mengatakan pada 1 Januari mereka menyelidiki dan menghukum delapan orang yang diduga menyebarkan informasi keliru.

Pada 2003 SARS membunuh 800 orang di Asia dan China menjadi kambing hitam karena menunda penyebaran informasi dan membiarkan penyakit itu tersebar tanpa diperiksa. Peristiwa itu masih menjadi hal yang paling orang ingat sampai sekarang.

"Orang tidak tahu betapa seriusnya wabah ini karena pemerintah daerah kurang terbuka," kata seorang pengguna Weibo.

3 dari 3 halaman

Mengedukasi Publik

Tajuk rencana Beijing News yang menjadi viral berisi desakan kepada pemerintah Wuhan untuk segera memberi penjelasan tentang siapa yang bertanggung jawab atas mewabahnya virus ini.

"Ada banyak kecaman di media sosial China tentang betapa cerobohnya pemerintah lokal di Wuhan dalam menangani kasus ini," kata Profesor Zha Daojiong di Sekolah Studi Internasional Universitas Peking.

"Tapi yang lebih ditekankan publik adalah soal pendidikan kesehatan, soal bagaimana mengedukasi publik karena itulah yang menjadi benteng awal bagi masyarakat."

Sejumlah pengguna media sosial China kini mulai memanfaatkan Internet untuk mencari informasi guna melindungi mereka dari virus ini. Kata yang paling banyak dicari di Weibo kini adalah informasi soal virus corona. (mdk/pan)

Baca juga:
Menkes Terawan Pastikan Kesiapan Indonesia Cegah Virus Corona
Imbas Virus Corona, Malindo Air Tutup Sementara Penerbangan dari dan ke Wuhan
Menkes Terawan Pastikan Tidak Ada Virus Corona di Gedung BRI
Menkes Tinjau Gedung BRI Terkait Isu Virus Corona
Strategi Negara Dunia Hadapi Ancaman Virus Corona
Apa Itu Virus Corona? Begini Cara Mencegahnya
Pegawai di Gedung BRI Jakarta Diduga Kena Virus Corona, Ternyata Radang Tenggorokan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.