Pertama Dalam 17 Tahun, AS Eksekusi Mati Seorang Terpidana

Pertama Dalam 17 Tahun, AS Eksekusi Mati Seorang Terpidana
DUNIA | 15 Juli 2020 17:59 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) pada Selasa melaksanakan hukuman mati federal pertama kalinya selama hampir dua dekade. Eksekusi mati dilakukan terhadap terpidana pembunuhan sebuah keluarga di Arkansas pada 1990 yang dilakukan kelompok supremasi kulit putih.

Daniel Lewis Lee (47) dari Yukon, Oklahoma, meninggal setelah disuntik mati di penjara federal Terre Haute, Indiana.

"Saya tidak melakukannya," kata Lee sebelum dieksekusi, seperti dilansir Alarabiya, Rabu (15/7).

"Saya melakukan banyak kesalahan dalam hidup saya, tapi saya bukan seorang pembunuh," katanya.

Kalimat terakhir yang terlontar darinya: "Kalian membunuh orang tak bersalah."

Keputusan pelaksanaan eksekusi mati - yang pertama oleh Biro Penjara sejak 2003 - menarik perhatian dari kelompok-kelompok hak-hak sipil dan kerabat korban, yang menuntut agar eksekusi dihentikan. Para kritikus berpendapat, pemerintah menciptakan urgensi yang tidak perlu dan hanya bersifat politis.

"Pemerintah berusaha membajak dengan eksekusi ini meskipun banyak pertanyaan yang belum terjawab tentang legalitas protokol eksekusi baru," jelas Shawn Nolan, salah satu pengacara para terpidana hukuman mati pengadilan federal.

1 dari 3 halaman

Perkembangan ini kemungkinan akan menambah kubu baru dalam pembahasan nasional terkait reformasi peradilan pidana menjelang pemilu 2020.

Jaksa Agung AS, William Barr mengatakan Departemen Kehakiman memiliki tugas untuk melaksanakan hukuman yang dijatuhkan oleh pengadilan, termasuk hukuman mati, dan untuk memberikan rasa keadilan kepada para korban dan mereka yang ada di komunitas tempat pembunuhan itu terjadi.

Tetapi kerabat korban yang dibunuh Lee pada tahun 1996 sangat menentang hukuman mati dan berpendapat Lee pantas mendapatkan hukuman penjara seumur hidup.

Terdakwa lainnya yang terlibat termasuk pemimpin kelompok supremasi kulit putih ternama, Chevie Kehoe, menerima hukuman seumur hidup.

Kehoe, dari Colville, Washington, merekrut Lee pada tahun 1995 untuk bergabung dengan organisasi supremasi kulit putihnya, yang dikenal sebagai Republik Rakyat Arya. Dua tahun kemudian, mereka ditangkap atas pembunuhan pedagang senjata William Mueller, istrinya, Nancy, dan putrinya yang berusia 8 tahun, Sarah Powell, di Tilly, Arkansas, sekitar 120 kilometer di barat laut Little Rock.

2 dari 3 halaman

Pada persidangan tahun 1999, jaksa penuntut mengatakan Kehoe dan Lee mencuri senjata dan uang tunai USD 50.000 dari Muellers sebagai bagian dari rencana mereka untuk mendirikan negara yang hanya berkulit putih.

Jaksa penuntut mengatakan Lee dan Kehoe melumpuhkan Mueller dan menanyai Sarah tentang di mana mereka dapat menemukan uang dan amunisi. Kemudian, mereka membius para korban, menutup kepala mereka dengan kantong sampah dan lakban kemudian mencekik para korban. Pelaku juga mengikatkan batu ke tubuh para korban dan membuangnya di danau terdekat.

Dua eksekusi federal lainnya dijadwalkan akhir pekan ini.

Ada dua eksekusi di negara bagian AS sejak pandemi - satu di Texas dan satu di Missouri, menurut Pusat Informasi Hukuman Mati. Satu eksekusi mati dilakukan di Alabama pada awal Maret.

Eksekusi di tingkat federal jarang terjadi, dan pemerintah hanya mengeksekusi tiga terdakwa sejak mengembalikan hukuman mati federal pada tahun 1988 - yang paling baru pada tahun 2003, ketika Louis Jones dieksekusi karena penculikan, pemerkosaan, dan pembunuhan seorang tentara perempuan muda pada tahun 1995.

Meskipun tidak ada eksekusi federal sejak 2003, Departemen Kehakiman menyetujui penuntutan hukuman mati dan pengadilan federal telah menjatuhkan hukuman mati terhadap terdakwa.

3 dari 3 halaman

Pada 2014, setelah eksekusi mati gagal di Oklahoma, Presiden Barack Obama mengarahkan Departemen Kehakiman untuk melakukan peninjauan terhadap hukuman mati dan masalah seputar obat suntikan yang mematikan.

Jaksa Agung mengatakan Juli lalu, peninjauan era Obama telah selesai, membuka jalan bagi eksekusi untuk dilanjutkan. Dia menyetujui prosedur baru untuk suntikan mematikan yang menggantikan kombinasi tiga obat yang sebelumnya digunakan dalam eksekusi federal dengan satu obat, pentobarbital. Ini mirip dengan prosedur yang digunakan di beberapa negara, termasuk Georgia, Missouri dan Texas, tetapi tidak semua.

Jumlah eksekusi negara bagian telah menurun sejak eksekusi federal terakhir, menurut data yang dikumpulkan oleh Pusat Informasi Hukuman Mati. Sejumlah negara bagian mengeksekusi 59 orang pada 2004 dan 22 pada 2019, sembilan di antaranya di Texas. (mdk/pan)

Baca juga:
Tertipu Asmara Online, Wanita AS Disekap di Nigeria Selama 15 Bulan
Iran Eksekusi Mantan PNS Karena Jual Informasi Soal Rudal ke CIA
Presiden Trump Akhiri Status Istimewa Hong Kong dalam Hukum AS
Hasil Tes Pertama Uji Coba Vaksin Corona ke Manusia di Amerika Cukup Menjanjikan
Meraba Kapan Pandemi Reda, Wabah Covid-19 di Mata Para Peramal Super Amerika
Bocah Sembilan Tahun Ditembak Empat Kali Saat Bikin Video TikTok
Pengunjung Restoran Beri Tip Rp14 Juta Bagi Karyawan yang Bekerja Saat Pandemi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami