Pertama Kali di AS, Pasien Covid-19 Terinfeksi Ulang Setelah Dua Bulan Sembuh

Pertama Kali di AS, Pasien Covid-19 Terinfeksi Ulang Setelah Dua Bulan Sembuh
20 Ribu Bendera AS Peringati 200.000 Korban Meninggal Karena Covid-19. ©2020 AFP/Win McNamee
DUNIA | 13 Oktober 2020 18:08 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Seorang pria di Nevada, Amerika Serikat berusia 25 tahun terinfeksi ulang virus corona setelah sebelumnya sembuh. Infeksi Covid-19 yang kedua menimbulkan gejala yang lebih parah.

Meskit begitu, pria tersebut dikabarkan telah pulih, tetapi kasusnya menimbulkan pertanyaan tentang berapa lama orang terlindungi setelah terinfeksi virus corona pertama yang menyebabkan penyakit, dan kemungkinan seberapa protektif vaksin itu.

"Ini lampu peringatan kuning," kata Dr. William Schaffner, pakar penyakit menular di Fakultas Kedokteran Universitas Vanderbilt di Nashville, Tennessee, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

Dilansir USA Today, Selasa (13/10), infeksi saluran pernapasan akibat Covid-19 tidak memberikan kekebalan seumur hidup seperti infeksi campak. Menurut Dr.Paul Offit, seorang ahli penyakit menular di Rumah Sakit Anak Philadelphia, dia sama sekali tidak terkejut orang bisa terinfeksi dua kali dengan virus corona, SARS-CoV-2.

Terlalu dini untuk mengetahui apakah pria dari Washoe County, Nevada, yang tidak memiliki masalah kesehatan selain infeksi ganda, sangat tidak biasa atau jika banyak orang dapat dengan mudah terinfeksi lebih dari sekali dengan SARS-CoV-2, kata Schaffner.

"Hampir tidak ada dokter penyakit menular di negara ini yang belum pernah menemui pasien yang mengira mereka mengalami infeksi kedua. Benar atau tidak, kami tidak tahu. Ada banyak infeksi saluran pernapasan di luar sana," ujarnya.

Baca Selanjutnya: Terinfeksi Dua Kali Selang Dua...

Halaman

(mdk/bal)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami