Pertama Kalinya Iran Produksi Favipiravir Untuk Pengobatan Pasien Covid-19

Pertama Kalinya Iran Produksi Favipiravir Untuk Pengobatan Pasien Covid-19
DUNIA | 6 April 2020 16:10 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Iran untuk pertama kalinya memproduksi obat jenis favipiravir untuk mengobati pasien Covid-19, sebagai salah satu upaya melawan pandemi virus corona. Hal ini disampaikan Kepala Rumah Sakit Masih Daneshvari, yang merupakan pusat penanganan medis pasien Covid-19 di Teheran.

Dr Ali Akbar Velayati, yang juga penasihat senior pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyampaikan dalam sebuah pertemuan dengan petugas medis di rumah sakit tersebut pada Minggu.

"Bersyukur favipiravir untuk pertama kali dibuat di Fakultas Farmasi Universitas Kedokteran Shahid Beheshti dan telah tersedia untuk Rumah Sakit Masih Daneshvari, digunakan untuk mengobati pasien virus corona,” jelas Velayati, dilansir dari laman Press TV, Senin (6/4).

Dia menambahkan, pengobatan pasien Covid-19 di rumah sakit itu digratiskan, termasuk semua pelayanan.

Kabar baik ini datang setelah laporan mengindikasikan bahwa perusahaan farmasi Iran dan para pakar penyakit menular ternama bekerja sama memproduksi obat anti malaria, direkomendasikan WHO, untuk mengobati pasien Covid-19 ketika sanksi Amerika Serikat mempersulit negara Republik Islam itu mendapat akses obat-obatan dan peralatan medis.

1 dari 1 halaman

Mereka mengatakan akan terus memproduksi obat sepanjang negara memerlukan. Upaya ini sangat penting di tengah sanksi keras terhadap Iran.

Menteri Industri, Tambang, dan Perdagangan Iran, Reza Rahmani juga menyampaikan pada Minggu negaranya akan meningkatkan produksi masker pelindung 4 juta per hari sampai akhir bulan ini.

Sebelum wabah virus corona, Iran mampu memproduksi 700.000 masker per hari. Rahmani menambahkan, produksi cairan pencuci tangan juga meningkat delapan kali lipat.

Amerika Serikat menolak mencabut sanksi terhadap Iran dan bahkan memperketatnya dalam beberapa pekan terakhir, sehingga hampir tidak mungkin bagi negara ini mengakses obat-obatan dan peralatan medis yang diperlukan dalam perang melawan pandemi virus corona ini.

Iran mengatakan sanksi sepihak AS sangat menghambat perjuangan melawan pandemi.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Kianush Jahanpur mengatakan pada Minggu, jumlah kematian telah melampaui angka 3.600 di antara total 58.226 orang yang terinfeksi. Sebanyak 151 orang meninggal dalam 24 jam terakhir.

"Untungnya, proses pemulihan telah dipercepat dan sejauh ini 22.011 pasien telah sembuh dan dipulangkan," tambahnya. (mdk/pan)

Baca juga:
Iran Diterjang Corona, Dubes Pastikan Kondisi 430-an WNI Sehat
Iran Produksi Massal Obat Malaria Untuk Pengobatan Virus Corona
Bantuan Medis Atasi Corona untuk Iran Terhalang, AS Pertimbangkan Pelonggaran Sanksi
Iran Kembangkan Terapi Sel Induk Untuk Mengobati Pasien Virus Corona
Iran Tuding Tawaran Bantuan dari AS untuk Atasi Virus Corona Cuma Tipuan
Rusia Desak AS Cabut Sanksi Untuk Iran di Tengah Pandemi Virus Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami