Pertama Kalinya, Saudi Izinkan Guru Perempuan Mengajar Siswa Laki-laki

DUNIA | 2 September 2019 18:47 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Untuk pertama kalinya, guru perempuan mengajar anak laki-laki di 1.460 sekolah pemerintah Arab Saudi. Setidaknya, akan ada 13,5 persen murid laki-laki yang akan diajar oleh guru perempuan.

Dilansir dari Arab News, Senin (2/9), kebijakan baru tersebut berhasil menghemat biaya pendidikan sebesar SR 2 miliar, atau setara dengan Rp7,5 triliun.

"Dengan proyek ini, Kementerian Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi sistem pendidikan dan memastikan bahwa setiap anak memiliki akses ke pendidikan berkualitas di seluruh Kerajaan," ujar Asisten Direktur Jenderal Pendidikan Jeddah, Suaad Al-Mansur kepada Arab News.

Selain meningkatkan kualitas pendidikan, proyek pendidikan usia dini juga bertujuan untuk mengatur pemanfaatan ruang dan fasilitas sekolah secara efisien.

Al-Mansur mengatakan, proyek sekolah anak usia dini mencakup program tentang pendidikan TK untuk anak laki-laki dan perempuan usia 4-5 tahun, serta tiga kelas pertama untuk siswa usia 6-8 tahun.

Pemerintah menargetkan, peningkatan sebesar 21 persen pendaftaran murid TK di sekolah umum dibandingkan swasta. Selama liburan musim panas, pemerintah Saudi menyiapkan 3.313 kelas pendidikan TK untuk menampung 83.000 anak.

Al-Mansur berpendapat, anak usia dini adalah tahap paling penting dalam membangun kepribadian anak. Menurutnya, guru perempuan lebih mudah melakukan pendekatan dan tidak terlalu menekan murid laki-laki. Hal ini berkaitan dengan kesenjangan yang dihadapi murid laki-laki, ketika harus berpindah dari jenjang pendidikan TK ke sekolah dasar.

"Kelas-kelas di sekolah anak usia dini dirancang khusus agar sesuai dengan kebutuhan mereka pada usia ini, dan diajarkan oleh (guru) perempuan akan memberi mereka pengalaman belajar yang lebih bermanfaat," jelas Al-Mansur.

Banyak sekolah swasta di seluruh kerajaan menugaskan pengajaran dasar kepada guru-guru perempuan berpuluh tahun lalu. Departemen Pendidikan Umum di wilayah Jeddah, telah mengadakan penyuluhan bersama para pemimpin di sektor swasta untuk berbagi pengalaman dengan lembaga publik.

Reporter Magang: Anindya Wahyu Paramita (mdk/pan)

Baca juga:
Deretan Senjata Canggih & Mematikan Milik Militer Arab Saudi
Wanita AS Kehilangan Hak Asuh Anak karena Hakim Saudi Anggap Dia Kebarat-baratan
5 Pesta Pernikahan Ini Berakhir Tragis, dari Diserang Bom hingga Digempur Rudal
Ekonomi Dunia Melambat, Miliuner Saudi Justru Makin Tajir
Saudi Tawarkan Pembebasan Aktivis Perempuan Asal Keluarga Bungkam Soal Penyiksaan
Ritual Cukur Rambut Usai Ibadah Haji

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.