Pertama Kalinya Tulisan Peneliti Saudi Diterbitkan di Jurnal Israel

Pertama Kalinya Tulisan Peneliti Saudi Diterbitkan di Jurnal Israel
DUNIA | 15 Juli 2020 19:01 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Artikel ilmiah karya seorang peneliti senior Arab Saudi diterbitkan di sebuah jurnal Israel, yang pada Senin disebut Universitas Tel Aviv tak pernah terjadi sebelumnya.

Profesor Mohammed Ibrahim Alghbban, Kepala Jurusan Bahasa dan Peradaban Timur Dekat dan Studi Ibrani di Departemen Bahasa Modern dan Alih Bahasa Universitas King Saud di Riyadh, menulis esai tentang hubungan baik Nabi Muhammad dengan orang-orang Yahudi, di mana ia mengatakan Nabi tidak pernah berbenturan dengan orang Yahudi dalam hal agama, melainkan hanya soal politik.

Artikel berbahasa Ibrani itu berjudul "Kontribusi terhadap Peningkatan Citra Nabi Muhammad di Mata Publik Israel: Aliansi dan Pertukaran Surat-Surat Muhammad dengan orang-orang Yahudi dari Semenanjung Arab." Artikel itu diterbitkan di Kesher, jurnal dari Institut Shalom Rosenfeld untuk Penelitian Media dan Komunikasi Yahudi di Universitas Tel Aviv.

Menurut pihak universitas, seperti dikutip dari Times of Israel, Rabu (15/7), artikel diterbitkan setelah editor jurnal, Profesor Gideon Kouts, bertemu Alghbban dalam sejumlah seminar ilmiah dan dalam kunjungan ke Arab Saudi pada 2015.

1 dari 2 halaman

Dalam kata pengantar artikel, Alghbban menyampaikan dia ingin mengoreksi misinterpretasi masa lalu terkait Nabi Muhammad, mengatakan surat-surat Nabi Muhammad kepada orang Yahudi belum diterjemahkan ke dalam bahasa Ibrani sebelumnya.

"Asumsi yang keliru tentang asal-usul Islam, yang disampaikan oleh para peneliti studi Oriental pada abad sebelumnya - beberapa di antaranya ditulis dalam bahasa Ibrani - menyebabkan pemahaman yang menyimpang dari naskah, metodologi yang salah, dan pengaruh negatif pada para peneliti Studi Timur Tengah berbahasa Ibrani," tulis Alghbban.

"Menuduh Islam dan Nabi Muhammad atas ujaran kebencian dan rasisme terhadap suku-suku Yahudi di Hijaz adalah keliru. Muhammad memperlakukan sama semua kelompok sosial di Al Madinah dan di tempat-tempat lain di bawah kendalinya, terlepas dari ras dan agama. Kesalahan penyajian dalam penelitian adalah karena fakta bahwa surat-suratnya tidak pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Ibrani. ”

“Saya berharap kerja sama akademik ini merupakan langkah lain menuju kerja sama ekonomi dan politik,” kata Profesor Raanan Rein, kepala Institut Shalom Rosenfeld.

2 dari 2 halaman

Seperti kebanyakan negara Arab, Arab Saudi tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, tetapi hubungan rahasia telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir antara Israel dan Riyadh, berfokus terutama pada masalah keamanan, terutama karena sama-sama musuh bagi Iran.

Pada Januari, Menteri Dalam Negeri Israel Aryeh Deri menandatangani perintah yang mengizinkan warga Israel mengunjungi Arab Saudi untuk berpartisipasi dalam pertemuan bisnis atau untuk mencari investasi asalkan mereka mendapat undangan dari badan resmi dan telah mengurus dokumen yang diperlukan untuk memasuki negara tersebut.

Surat perintah itu juga secara resmi memungkinkan warga Muslim Israel untuk melakukan perjalanan ke kota suci Makkah untuk melaksanakan ibadah haji atau umrah, kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan. Peziarah Israel biasanya melakukan perjalanan haji menggunakan surat-surat sementara Yordania.

Hingga saat ini, hukum Israel melarang warga negara bepergian ke banyak negara Arab, termasuk Arab Saudi, tanpa izin tegas dari menteri dalam negeri, dan semakin seringnya kunjungan oleh para pengusaha Israel umumnya dilakukan secara diam-diam. (mdk/pan)

Baca juga:
Peneliti Israel Uji Obat Antikolesterol, Diklaim Bikin Bahaya Covid-19 Jadi Flu Biasa
Israel Luncurkan Satelit Mata-Mata Pantau Aktivitas Nuklir Iran
Protes Penggusuran Makam Muslim, Ribuan Warga Israel Turun ke Jalan
Peneliti Israel Ciptakan Masker yang Bisa Bunuh Virus Lewat Panas dari Charger Ponsel
Israel Akan Bangun Permukiman Baru di Golan Dinamai
Saudi-Israel Gelar Pertemuan Rahasia Bahas Wewenang Otoritas Masjid Al-Aqsa
Erdogan: Turki Takkan Biarkan Israel Caplok Sebagian Tepi Barat
Iran Larang Penggunaan Semua Teknologi Israel

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami