Pertemuan Haru Seorang Ibu dan Anak Palestina Setelah Terpisah 20 tahun

DUNIA | 9 Desember 2019 06:30 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Wartawan Palestina, Amjad Yaghi baru berusia sembilan tahun saat ibunya meninggalkan Jalur Gaza dalam perjalanan singkat ke Mesir untuk perawatan medis.

Dalam pertemuan yang penuh sukacita pekan ini, mereka bertemu lagi setelah terpisah selama 20 tahun.

Setelah meninggalkan Gaza pada tahun 1999, ibu Yaghi, Nevine Zouheir, tak bisa kembali ke Gaza karena penyakit tulang belakang yang memerlukan operasi. Yaghi berusaha 14 kali mengunjungi ibunya, namun dia tak bisa keluar dari Gaza karena Hamas menguasai wilayah itu pada 2007. Israel dan Mesir memberlakukan blokade yang mencakup wilayah perbatasan.

Meskipun Yaghi kerap diundang menghadiri beberapa konferensi di luar negeri, dia mendapatkan izin setelah Israel dan Mesir selesai dalam kesepakatannya.

Yaghi akhirnya diberikan visa untuk memasuki Mesir melalui Yordania, dan berjalan ke apartemen ibunya di kota Delta Nil, Banha, Senin lalu. Demikian dilansir dari laman Alarabiya, Minggu (8/12).

1 dari 1 halaman

Saat Zouheir melihat anaknya berjalan dari balkon, dia langsung meneriakkan nama putranya. Dia berlari ke lantai bawah untuk memeluknya dan mereka berpegangan tangan saat berjalan ke apartemen.

"Sangat sulit, ketika Anda tidak bisa melihat keluarga Anda, seperti halnya ibumu," ucap Yaghi, yang terluka pada tahun 2009 dalam konflik bersenjata dengan Israel.

"Dalam situasi ini, Anda membutuhkan seorang ibu. Ya, umur saya sekarang 29 tahun. Saya membutuhkan ibu di samping saya," katanya.

"Saya memiliki saudara yang hebat, namun seorang ibu sangatlah penting di negara yang dipenuhi konflik."

Terkait masalah keamanan, Israel mempertahankan kontrol ketat pada pergerakan warga Palestina yang masuk dan keluar dari Gaza, yang ditangkap oleh Israel dalam Perang Timur Tengah 1967.

Mesir hanya sesekali membuka perbatasan di kota Rafah untuk orang tertentu saja, seperti pemegang paspor asing, pelajar, dan mereka yang membutuhkan perawatan medis.

Reporter Magang: Denny Adhietya (mdk/pan)

Baca juga:
Sejarah Pendudukan Israel di Tanah Palestina Sejak 1967
Ribuan Warga Palestina Demo, Kecam Keputusan AS Dukung Permukiman Ilegal Israel
Aksi Warga Palestina Salat di Tanah yang Diduduki Israel
Tolak Permukiman di Tepi Barat, Menlu RI Sebut Israel Aneksasi Palestina
Indonesia Tolak AS Soal Permukiman Israel di Palestina yang Dianggap Legal
Tentara Israel Lukai Wartawan, Jurnalis Palestina Gelar Aksi Solidaritas

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.