Perusahaan Farmasi Dunia Sebut Vaksin Covid-19 Bisa Tersedia Oktober

Perusahaan Farmasi Dunia Sebut Vaksin Covid-19 Bisa Tersedia Oktober
DUNIA | 29 Mei 2020 15:08 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Petinggi beberapa perusahaan farmasi dunia mengatakan, satu atau beberapa vaksin Covid-19 dapat mulai diluncurkan sebelum 2021. Namun mereka juga memperingatkan tantangannya cukup besar karena diperkirakan 15 miliar dosis akan diperlukan untuk menghentikan pandemi.

Lebih dari 100 laboratorium di seluruh dunia tengah berupaya mengembangkan vaksin virus corona baru, termasuk 10 yang telah mencapai tahap uji klinis.

Pimpinan perusahaan farmasi Pfizer, Albert Bourla mengatakan perusahaannya yakin vaksin bisa siap sebelum akhir tahun. Pfizer sedang melakukan uji klinis dengan perusahaan Jerman Biontech pada beberapa kemungkinan vaksin di Eropa dan Amerika Serikat.

"Jika semuanya berjalan dengan baik, ada cukup bukti terkait keamanan dan kemanjuran, kita dapat menyediakan vaksin sekitar akhir Oktober," jelasnya, dilansir dari Times of Israel, Jumat (29/5).

"Harapan banyak orang, kita akan memiliki vaksin, semoga beberapa (vaksin tersedia) pada akhir tahun ini," kata Kepala AstraZeneca, Pascal Soriot.

Perusahaannya bermitra dengan Universitas Oxford untuk mengembangkan dan mendistribusikan vaksin yang sedang diujicoba di Inggris.

Perlu waktu bertahun-tahun bagi vaksin baru untuk mendapatkan lisensi penggunaan umum. Namun dalam krisis pandemi Covid-19 ini, vaksin eksperimental yang terbukti aman dan efektif melawan virus corona baru kemungkinan dapat persetujuan untuk penggunaan darurat.

Federasi Internasional Produsen dan Asosiasi Farmasi (IFPMA), yang menyelenggarakan konferensi pers pada Kamis, menyoroti tantangan 'menakutkan' yang dihadapi industri farmasi dalam upaya mendapatkan vaksin.

1 dari 2 halaman

15 Miliar Dosis

Direktur IFPMA, Thomas Cueni memperkirakan dunia akan membutuhkan sekitar 15 miliar dosis untuk menghentikan virus.

Dia menekankan, industri berkomitmen untuk memastikan akses vaksin yang adil di masa depan, tetapi mengakui bahwa "kita tidak akan memiliki jumlah yang cukup sejak hari pertama, walaupun dengan upaya terbaik."

Begitu vaksin yang ampuh dikembangkan, salah satu hambatan terbesar untuk memproduksi sesuai jumlah yang dibutuhkan adalah tidak ada cukup botol kaca untuk menyimpan dosis vaksin.

"Tidak ada botol yang cukup di dunia," kata Soriot, menambahkan bahwa AstraZeneca, seperti sejumlah perusahaan lain, sedang mencari kemungkinan menempatkan beberapa dosis dalam setiap vial atau botol kaca tempat menyimpan vaksin.

Salah satu tantangannya adalah beberapa vaksin yang sedang dikerjakan memerlukan penyimpanan pada suhu yang sangat rendah, yang mungkin sulit di tempat-tempat yang tidak memiliki infrastruktur yang memadai.

2 dari 2 halaman

Tolak Penghapusan Hak Kekayaan Intelektual

Terkait pentingnya solidaritas dan untuk memastikan distribusi vaksin Covid-19 yang adil dan merata, para pimpinan perusahaan farmasi dengan tegas menolak segala usulan hak kekayaan intelektual (IP) harus dihapuskan pada penelitian vaksin.

"IP sangat mendasar bagi industri kami," kata kepala GSK, Emma Walmsley.

Sementara itu Soriot menunjukkan perusahaan farmasi saat ini berinvestasi miliaran dolar dengan sedikit peluang untuk mengembalikan modal.

"Jika Anda tidak melindungi IP, maka pada dasarnya tidak ada insentif bagi siapa pun untuk berinovasi," katanya. (mdk/cob)

Baca juga:
Menristek Sebut Pembuatan Prototipe Vaksin Covid-19 Masih Tahap Awal
Didanai Bill Gates, Perusahaan Bioteknologi AS Uji Coba Vaksin Corona Pada Manusia
Erick Thohir Perkirakan Vaksin Corona Ditemukan di Tahun 2021
Peluang Berhasilnya Uji Coba Vaksin Covid-19 di Universitas Oxford Hanya 50 Persen
Sepanjang Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Masyarakat Harus Ubah Cara Hidup

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Pariwisata Banyuwangi Bersiap Menyambut New Normal

5