Perusahaan Farmasi Moderna Segera Mulai Uji Klinis Tahap Akhir Vaksin Covid-19

Perusahaan Farmasi Moderna Segera Mulai Uji Klinis Tahap Akhir Vaksin Covid-19
DUNIA | 12 Juni 2020 11:11 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Perusahaan farmasi Moderna mengatakan kepada Bloomberg pada Kamis, pihaknya akan memulai uji klinis tahap akhir dari pengembangan vaksin virus corona baru pada Juli mendatang.

Moderna adalah perusahaan pertama yang memulai uji klinis manusia dari kandidat vaksinnya di Amerika Serikat (AS) dan tahap terakhir dari penelitiannya akan mencakup 30.000 orang dan dilakukan dalam kemitraan dengan Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID) AS.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan bukti klinis definitif bahwa vaksin Moderna benar-benar mencegah orang terinfeksi Covid-19. Selain itu, mencegah setidaknya gejala berat dan kasus yang memerlukan rawat inap. Demikian dikutip dari Tech Crunch, Jumat (12/6).

Uji klinis tahap kedua Moderna dimulai bulan lalu, dan perusahaan sebelumnya mengatakan pihaknya berpotensi dapat mulai menawarkan dosis eksperimental yang tersedia untuk petugas kesehatan dalam kapasitas terbatas pada awal musim gugur ini.

Laju pengembangan sejumlah kandidat vaksin terkemuka sebenarnya bergerak dengan cepat, jika tidak lebih cepat. Johnson & Johnson mengatakan awal pekan ini, mereka akan memulai uji coba vaksinnya pada Juli nanti. Sementara AstraZeneca dan mitra penelitian dan pengembangannya Universitas Oxford akan memasuki uji klinis tahap akhir sendiri bulan ini.

Kandidat vaksin Moderna adalah vaksin mRNA, yang merupakan teknologi yang pada dasarnya memberikan instruksi kepada sel-sel sehat untuk memproduksi antibodi terhadap virus corona, tanpa harus benar-benar memperkenalkan virus aktif atau tidak aktif itu sendiri.

Vaksin mRNA, sementara digunakan dalam obat-obatan hewan, adalah teknologi yang relatif baru dan belum disetujui untuk digunakan pada pasien manusia, tetapi mereka mewakili sejumlah upaya vaksin awal, karena keunggulan mereka dalam hal kecepatan pengembangan. Selain itu minimnya risiko kesehatan terhadap manusia, termasuk peserta uji coba pertama. (mdk/bal)

Baca juga:
Menlu: Vaksin Covid-19 akan Jadi 'Game Changer'
China Tawarkan Uji Coba Suntik Vaksin Virus Corona Pada Pegawai BUMN
Kembangkan Vaksin Covid-19, Pemerintah Minta Bantuan China
Bill Gates Jawab Teori Konspirasi Mikrocip di Vaksin Corona: Bodoh dan Aneh
Indonesia Gandeng China Temukan Vaksin Virus Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami