Perusahaan Penyedia Internet Inggris Sepakat Hapus Batas Kuota Selama Pandemi Corona

Perusahaan Penyedia Internet Inggris Sepakat Hapus Batas Kuota Selama Pandemi Corona
DUNIA | 29 Maret 2020 18:01 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Pemerintah Inggris hari ini mengatakan, perusahaan penyedia telekomunikasi besar di negara itu sepakat menghapus semua batasan kuota data pada layanan broadband fixed-line yang telah menjadi penyelamat bagi orang-orang yang terisolasi di rumah selama krisis virus corona.

Perusahaan-perusahaan itu, yang meliputi BT, Virgin Media, Sky dan TalkTalk, berkomitmen untuk mendukung dan melindungi pelanggan yang rentan selama pandemi setelah pembicaraan dengan pemerintah dan regulator Ofcom.

Langkah-langkah lain termasuk membantu pelanggan yang merasa kesulitan untuk membayar tagihan sebagai akibat dari epidemi, meningkatkan paket telepon genggam dan telepon rumah untuk memastikan orang-orang dapat tetap terhubung, dan memprioritaskan perbaikan untuk pelanggan yang rentan.

"Sangat penting agar orang tetap tinggal di rumah untuk melindungi NHS (layanan kesehatan) dan menyelamatkan jiwa. Paket ini membantu orang untuk tetap terhubung sementara mereka tinggal di rumah," kata Menteri Digital Oliver Dowden dalam pernyataan pemerintah, seperti dikutip Antara dari Reuters, Minggu (29/3).

1 dari 1 halaman

Banyak perusahaan telah mengambil langkah-langkah untuk mendukung pelanggan selama krisis, termasuk mempermudah orang yang rentan untuk mengakses informasi yang mereka butuhkan.

Perusahaan lain yang menyetujui komitmen tersebut adalah Openreach, O2, Vodafone, Three, Hyperoptik, Gigaclear dan KCOM. (mdk/pan)

Baca juga:
WNI 62 Tahun di London Meninggal karena Corona
Setelah Pangeran Charles, PM Inggris Boris Johnson Positif Virus Corona
Positif Covid-19, Pangeran Charles Tidak Memotong Antrean untuk Dites
Parlemen Inggris Ditutup Sebulan karena Pandemi Corona
Pangeran Charles Positif Terinfeksi Virus Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami