Pesawat Boeing 737 MAX Dilarang Terbang di Uni Eropa

DUNIA | 13 Maret 2019 13:08 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Uni Eropa mengeluarkan larangan terbang bagi pesawat Boeing 737 MAX di wilayah udaranya. Pelarangan ini dikeluarkan setelah kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines yang menggunakan pesawat jenis sama pada Minggu (10/3) pagi. Pesawat Ethiopian Airlines jatuh di Addis Ababa saat akan terbang menuju Nairobi, Kenya. Seluruh penumpang dan kru sebanyak 157 orang tewas dalam kejadian nahas itu.

Badan Keamanan Penerbangan Uni Eropa (EASA) dalam pernyataannya menyampaikan pihaknya telah menangguhkan operasi semua pesawat Boeing 737 MAX di seluruh Eropa. Selain itu, EASA juga akan melarang semua penerbangan komersial oleh operator negara lain di wilayah udaranya.

"EASA terus menganalisis data yang tersedia. Investigasi kecelakaan saat ini sedang berlangsung, dan masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan tentang penyebab kecelakaan tersebut," jelasnya, dilansir dari The Independent, Rabu (13/3).

Sejumlah negara seperti China, Singapura dan Australia juga telah melarang operasional pesawat Boeing 737 MAX ini. Selain itu, Otoritas Penerbangan Sipil Inggris (CAA) juga telah melarang pesawat jenis ini terbang di wilayah udaranya.

"Karena saat ini kami tidak memiliki informasi yang cukup dari perekam data penerbangan, kami, sebagai tindakan pencegahan, mengeluarkan instruksi untuk menghentikan penerbangan penumpang komersial dari operator yang datang, berangkat atau terbang di wilayah udara Inggris," jelasnya.

Arahan keselamatan Otoritas Penerbangan Sipil Inggris akan berlaku sampai pemberitahuan lebih lanjut. Kami tetap berhubungan erat dengan Badan Keamanan Penerbangan Eropa (EASA) dan regulator industri secara global," lanjut CAA dalam pernyataannya.

Dua pesawat Turkish Airlines Boeing 737 MAX berbalik arah setelah larangan diberlakukan. Larangan dikeluarkan saat Boeing mengeluarkan pernyataan yang mengatakan pihaknya percaya penuh terkait keselamatan 737 MAX dan menyatakan keselamatan adalah prioritas nomor satu perusahaannya.

Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat menurunkan tim ke Ethiopia untuk investigasi kecelakaan pesawat tersebut. Sementara AS adalah satu-satunya negara yang tidak melarang pesawat Boeing 737 MAX.

Dalam pernyataannya, pengawas penerbangan Amerika menyatakan aman untuk menerbangkan pesawat tersebut dan mengeluarkan pemberitahuan kelaikan udara lanjutan untuk meyakinkan maskapai. Jika ditemukan masalah yang memengaruhi keselamatan, otoritas akan mengambil tindakan yang tepat dan segera.

Baca juga:
Uni Eropa Hingga Uni Emirat Arab Larang Boeing 737 Max 8 Terbang
Nasib Bisnis Boeing di Indonesia Pasca Dibekukan Sementara oleh Pemerintah
Boeing Perbarui Perangkat Lunak 737 Max
Menko Luhut Siap Hentikan Impor Boeing 737 Max 8 Jika Terbukti Bermasalah
Lion Air Beli Boeing 737 Max 8 Karena Dijanjikan Lebih Irit Bahan Bakar
Lion Air Ingin Tukar Pesanan Boeing 737 Max 8
Anggota DPR Minta Kemenhub & KNKT Awasi Kelaikan Pesawat Boeing 737 MAX 8

(mdk/pan)