Pesawat Pribadi Hantam Hanggar Bandara, 10 Orang Tewas

DUNIA | 1 Juli 2019 10:45 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pesawat bermesin ganda King Air 350 jatuh di Texas, Amerika Serikat, pada Minggu 20 Juni 2019 waktu setempat. Seluruh penumpang tewas dalam insiden nahas tersebut.

"Pemeriksa Medis Dallas County telah mengkonfirmasi terdapat 10 korban jiwa, dan tidak ada yang selamat," kata juru bicara kota Addison, lapor AFP dikutip dari Channel News Asia, Senin (1/7).

Dewan Keselamatan Transportasi Nasional mengetwit bahwa mereka telah mengirim tim ke Addison untuk menyelidiki kecelakaan King Air 350 - pesawat penumpang turboprop bermesin ganda. Instansi itu tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang penyebab kecelakaan.

Video yang disiarkan oleh media AS menunjukkan asap hitam dalam volume besar keluar dari sebuah bangunan di bandara. Saat itu, petugas pemadam kebakaran mengarahkan aliran air ke kobaran api.

CNN melaporkan, pesawat itu adalah kapal terbang pribadi yang menabrak sebuah hanggar di bandara --bangunan tertutup untuk menampung pesawat terbang.

Sumber CBS News mengatakan pesawat kehilangan kendali mesin saat lepas landas dan berbelok ke arah hanggar.

Kecelakaan pesawat ringan juga terjadi di Hawaii pada Jumat, 21 Juni 2019, menewaskan sebelas orang di dalamnya. Demikian menurut informasi pihak berwenang.

Pesawat bermesin ganda itu, seperti dilaporkan BBC, jatuh dekat dengan Dillingham Airfield dekat Mokuleia di Wilayah Honolulu.

"Tidak ada yang selamat dari penerbangan King Air," kata Departemen Perhubungan Hawaii melalui sebuah status di Twitter.

Beredar foto menunjukkan asap mengepul dari jarak jauh lokasi kecelakaan pesawat. Kendati demikian belum jelas apakah burung besi itu celaka saat lepas landas atau mendarat.

Departemen Pemadam Kebakaran Honolulu mengatakan bahwa mereka menerima laporan tentang kecelakaan pesawat itu pada hari Jumat sekitar pukul 18.30.

Menurut situs webnya, Dillingham Airfield adalah situs yang digunakan bersama dengan tentara AS yang memiliki prioritas pertama untuk operasi udara-darat dan pelatihan penglihatan malam helikopter.

CNN melaporkan, pesawat celaka dalam perjalanan skydiving ketika jatuh, kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Honolulu Manuel P. Neves.

"Ketika petugas pemadam kebakaran tiba, pesawat sudah dilahap api dan mereka berusaha memadamkannya. Saksi mata mengklaim melihat pesawat masuk ke area lapangan udara sebelum jatuh menuju pagar pembatas, jauh dari landasan," kata Neves.

"Ini adalah insiden pesawat paling tragis yang kami miliki. Kami pernah menangani beberapa kecelakaan helikopter militer, tetapi ini adalah pesawat sipil yang jatuh dan dengan begitu banyak orang di dalamnya," kata Neves kepada afiliasi CNN, CNMB.

Neves menuturkan, sejauh ini nama-nama penumpang belum dirilis. Beberapa anggota keluarga berada di lapangan terbang ketika pesawat jatuh.

"Saya mengikuti perkembangan tragis dari Dillingham Airfield malam ini. Pada saat ini pikiran dan doa kita bersama keluarga dan teman-teman para korban," twit Wali Kota Honolulu Kirk Caldwell.

Sejauh ini Federal Aviation Administration atau Administrasi Penerbangan Federal akan mengambil alih penyelidikan.

Menurut situs web pemerintah Hawaii, Dillingham Airfield adalah bandara penerbangan umum yang dioperasikan oleh departemen di bawah sewa 25 tahun dari Angkatan Darat AS.

Pemerintah negara bagian menyewakan 272 hektar dari 650-acre Dillingham Military Reservation dan mengoperasikan landasan pacu sepanjang 5.000 kaki terutama untuk operasi glider dan skydiving komersial.

Reporter: Siti Khotimah

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Juli 2019, Penumpang Garuda Indonesia Bisa Pesan Starbucks Hingga Pempek di Pesawat
Jet Tempur Jerman Tabrakan di Udara, Satu Pilot Tewas
Turunkan Harga Tiket, Pemerintah Kaji Pembebasan Bea Masuk Suku Cadang Pesawat
GMF AeroAsia Akan Buka Bengkel Pesawat di Bandara Kertajati
Boeing: Pasar Kedirgantaraan Global Tembus USD 8,7 Triliun Hingga 2028
Penderita Vertigo Disarankan Periksakan Diri Ke Dokter Sebelum Naik Pesawat

(mdk/ian)