Plasma Darah dari Pasien Sembuh Corona Bisa Pulihkan Pasien Kritis Covid-19

Plasma Darah dari Pasien Sembuh Corona Bisa Pulihkan Pasien Kritis Covid-19
DUNIA | 1 April 2020 12:02 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Sejumlah peneliti di China berhasil mengobati lima pasien kritis virus corona (Covid-19) melalui transfusi plasma konvalesen. Hasilnya, lima pasien dinyatakan benar-benar sembuh dan kembali ke rumah, dan kondisi dua pasien lainnya stabil, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada Jumat.

Plasma adalah bagian cair dari darah yang membawa sel-sel dan protein ke seluruh tubuh, ketika diambil dari orang yang baru sembuh - seseorang yang telah pulih dari suatu penyakit - itu mengandung antibodi yang dapat melawan penyakit tersebut.

Dalam studi tersebut, lima pasien menerima transfusi dari orang yang sembuh, plasma dengan antibodi spesifik SARS-CoV-2 yang diambil dari lima pasien lain yang telah pulih dari Covid-19. Demikian dilansir dari Alarabiya, Rabu (1/4).

Plasma konvalesen diberikan antara 10 dan 22 hari setelah pasien dinyatakan sembuh. Plasma dikumpulkan dari lima donor antara usia 18 dan 60 tahun.

1 dari 1 halaman

Setelah donasi, 400 ml plasma konvalesen diperoleh dari masing-masing donor dengan apheresis (proses pemisahan komponen seluler dan komponen darah yang larut menggunakan centrifuge), dan plasma segera ditransfusikan ke penerima pada hari yang sama saat itu diperoleh .

Kelima pasien, berusia mulai 36-65, menerima ventilasi mekanis pada saat pengobatan dan semuanya menerima agen antivirus dan methylprednisolone, yang merupakan obat kortikosteroid yang digunakan untuk mengurangi peradangan.

Hasilnya, sindrom gangguan pernapasan akut yang terkait dengan Covid-19 sembuh pada empat pasien pada 12 hari setelah transfusi, dan tiga pasien dilepaskan dari ventilasi mekanik dalam dua pekan pengobatan.

Dari lima pasien, tiga telah dipulangkan dari rumah sakit (lama tinggal: 53, 51, dan 55 hari) dan dua dalam kondisi stabil pada 37 hari setelah transfusi.

Sementara hasil penelitian yang menjanjikan menunjukkan potensi efektivitas transfusi plasma konvalesen sebagai kemungkinan penyembuhan untuk virus corona, namun ini merupakan kasus awal yang sangat tidak terkontrol dan memerlukan evaluasi lebih lanjut dalam uji klinis untuk benar-benar memvalidasi hipotesis. (mdk/pan)

Baca juga:
Ditolak Warga Aceh, 7 TKA Asal China Terbang Kembali ke Jakarta
21 Juta Pengguna Ponsel di China Lenyap, Angka Kematian Sebenarnya karena Corona?
Hari Ini Puluhan TKA China Berlabuh di Kabupaten Bintan
Misteri di Wuhan: Pasien Sembuh dari Corona Sudah Dites Negatif Tapi Kemudian Positif
5 Negara dengan Kasus Kematian Tertinggi Akibat Covid-19, China Bukan Nomor 1

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami