PM Pakistan Imran Khan Dikecam karena Kaitkan Pemerkosaan dengan Pakaian Perempuan

PM Pakistan Imran Khan Dikecam karena Kaitkan Pemerkosaan dengan Pakaian Perempuan
Imran Khan. ©www.legend-imrankhan.blogspot.com
DUNIA | 8 April 2021 10:00 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Aktivis perempuan dan aktivis hak-hak perempuan Pakistan menuduh Perdana Menteri Imran Khan "tidak tahu apa-apa" setelah menyalahkan cara perempuan berpakaian menjadi penyebab meningkatnya kasus pemerkosaan.

Dalam siaran langsung wawancara akhir pekan di televisi, Khan yang lulusan Oxford ini mengatakan peningkatan kasus pemerkosaan mengindikasikan "konsekuensi dalam masyarakat mana pun di mana vulgaritas sedang meningkat".

“Insiden pemerkosaan perempuan sebenarnya meningkat sangat pesat di masyarakat,” ujarnya, dilansir Al Jazeera, Kamis (8/4).

Dia menyarankan perempuan berpakaian tertutup untuk mencegah godaan.

“Seluruh konsep purdah ini untuk menghindari godaan, tidak semua orang memiliki kemauan untuk menghindarinya,” lanjutnya, menggunakan istilah yang bisa merujuk pada pakaian sederhana atau pemisahan jenis kelamin.

Pada Rabu, ratusan orang menandatangani pernyataan yang beredar online, menyebut komentar Khan "secara faktual tidak benar, tidak sensitif dan berbahaya".

“Kesalahan semata-mata terletak pada pemerkosa dan sistem yang memungkinkan pemerkosa, termasuk budaya yang dipupuk oleh pernyataan seperti yang dibuat olehnya (PM Khan),” jelas pernyataan tersebut.

Pada Rabu, Komisi Hak Asasi Manusia Pakistan, pengawas hak-hak independen, mengatakan "terkejut" dengan pernyataan Khan tersebut.

“Ini tidak hanya mengkhianati ketidaktahuan yang membingungkan tentang di mana, mengapa dan bagaimana pemerkosaan terjadi, tetapi juga menyalahkan korban pemerkosaan,” jelasnya.

Pakistan adalah negara yang sangat konservatif di mana korban pelecehan seksual sering dipandang dengan kecurigaan dan laporan pidana jarang diselidiki secara serius.

Dalam wawancara televisi tersebut, Khan juga menyalahkan tingkat perceraian di Inggris terkait budaya "seks, narkoba, dan rock and roll" yang dimulai pada tahun 1970-an, ketika Khan yang dua kali bercerai mendapatkan reputasi di London sebagai "playboy". (mdk/pan)

Baca juga:
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan Positif Covid-19 Dua Hari Setelah Divaksinasi
Ribuan Pendukung Oposisi Pakistan Demo Desak PM Imran Khan Mundur
Majelis Ulama Pakistan Setujui Pembangunan Kuil untuk Minoritas Hindu
PM Pakistan Imran Khan Ingin Pemerkosa Dihukum Kebiri dan Digantung di Depan Umum
PM Imran Khan Tegaskan Pakistan Tak Akan Akui Israel Sampai Palestina Dapat Haknya
Dijadwalkan Jadi Pembicara, Jokowi Absen di KTT Pemimpin Negara Muslim Dunia

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami