PM Selandia Baru Usulkan Kerja 4 Hari Sepekan untuk Pulihkan Ekonomi karena Covid-19

PM Selandia Baru Usulkan Kerja 4 Hari Sepekan untuk Pulihkan Ekonomi karena Covid-19
DUNIA | 22 Mei 2020 17:48 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengusulkan kerja empat hari dalam sepekan untuk memulihkan perekonomian yang terdampak pandemi covid-19.

Dalam video di Facebook yang diunggah awal pekan ini, Jacinda Ardern menyampaikan usulannya ketika berdiskusi tentang memulihkan kembali pariwisata dalam negeri yang dihantam pandemi. Dalam beberapa bulan terakhir krisis akibat virus corona membuat warga dunia terpaksa harus membatasi keluar rumah dan melumpuhkan industri pariwisata.

"Saya mendapat banyak masukan dari orang-orang yang mengusulkan kerja empat hari dalam sepekan. Pada akhirnya itu adalah keputusan antara pekerja dan pemberi kerja," kata Ardern, seperti dilansir laman CNN, Jumat (22/5).

Namun, gagasan itu bisa memberikan keleluasaan bagi para pelancong dalam hal mengatur jadwal bepergian dan cuti mereka, kata Ardern. Dia menyebut sekitar 60 persen industri pariwisata di Selandia Baru berasal dari usaha warga setempat.

"Ada banyak pelajaran yang kita dapat dari Covid dan dengan bekerja dari rumah," lanjut dia.

1 dari 2 halaman

Ardern kemudian mendorong para pemberi kerja untuk mempertimbangkan aturan kerja yang lebih lentur, termasuk bekerja dari jarak jauh dan durasi kerja lebih lama dengan hari yang lebih sedikit--jika memungkinkan, "karena ini tentu akan membantu pariwisata di seluruh negeri."

Empat hari kerja kini menjadi ide yang makin populer seiring keinginan pemberi kerja untuk meningkatkan produktivitas.

Selandia Baru juga sudah akrab dengan gagasan jadwal kerja alternatif.

Sejak 2018, sejumlah instansi pemerintah sudah meluncurkan program "kerja lebih lentur" yang membuat para pegawai lebih leluasa dalam bekerja.

Meski pemerintah membebaskan tiap instansi mengatur jadwal kerja yang lebih lentur itu namun ada sejumlah pilihan yang disodorkan--termasuk membolehkan pegawai kerja lebih singkat dalam sepekan, "misalnya 40 jam dalam empat hari atau sembilan hari kerja dalam dua pekan."

2 dari 2 halaman

Pada 2018 perusahaan Selandia Baru Perpetual Guardian yang bergerak di sektor peruhaman mencoba konsep kerja semacam itu dalam dua bulan. Hasilnya ternyata sangat sukses dan mereka ingin membuat aturan itu jadi permanen.

Dengan bekerja empat hari dalam sepekan maka pegawai melaporkan produktivitas yang lebih tinggi, keseimbangan dunia kerja dan kehidupan, mengurangi stres, kata perusahaan yang mempekerjakan 240 pegawai itu.

"Tadinya itu cuma teori, tapi sesuatu yang ingin saya coba karena saya ingin menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik bagi tim," ujar Andrew Barnes kepada CNN Business kala itu. (mdk/pan)

Baca juga:
Jacinda Ardern Jadi PM Selandia Baru Paling Populer Abad Ini
PM Selandia Baru Ditolak Masuk ke Sebuah Kafe karena Penuh dan Aturan Jaga Jarak
Kunci Selandia Baru Berhasil Kalahkan Covid-19: Konsisten
Selandia Baru Laporkan Tak Ada Kasus Baru Covid-19
Ternyata, Presiden Wanita Miliki Respons Terbaik Tangani Virus Corona
Dubes RI: Belum Ada WNI di Selandia Baru Terpapar Virus Corona
PM dan Menteri Selandia Baru Potong Gaji 20 Persen Demi Solidaritas karena Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami