Polisi Belanda Tangkap 240 Orang Saat Demo Tolak Lockdown Berujung Rusuh

Polisi Belanda Tangkap 240 Orang Saat Demo Tolak Lockdown Berujung Rusuh
demo di belanda. ©Eva Plevier/Reuters
DUNIA | 25 Januari 2021 14:19 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Kerusuhan pecah di sejumlah kota di Belanda pada Minggu, saat demo tolak lockdown berujung ricuh. Media Belanda melaporkan, para perusuh menjarah toko, membakar, dan bentrok dengan polisi. Akibatnya 240 orang ditangkap.

Kerusuhan terjadi pada hari kedua pembatasan yang lebih diperketat karena virus corona, termasuk penerapan jam malam, yang memicu demo.

Dikutip dari Reuters, Senin (25/1), polisi menembakkan water cannon, menggunakan anjing, dan para petugas untuk membubarkan unjuk rasa pada Minggu malam, seperti disampaikan para saksi mata.

Polisi mengatakan, hampir 200 orang, yang sebagian dari mereka melempar petugas dengan batu dan petasan ditangkap.

Penyiar radio NOS mengatakan polisi huru hara dikerahkan di sedikitnya 10 kotA setelah jam malam dimulai pada pukul 21.00. Kendaraan dibakar, polisi dilempar dengan batu, dan bangunan milik publik dirusak.

Pada Minggu malam, polisi militer menyampaikan di Twitter, medeka dikerahkan untuk membantu polisi lokal di sedikitnya dua kota di wilayah selatan.

Gambar yang ditampilkan televisi Belanda menunjukkan sekumpulan anak muda menjarah toko-toko, melempar sepeda, dan menyulut api di kota wilayah selatan, Eindhoven. Sedikitnya 55 orang ditangkap di Eindhoven, seperti disampaikan pemerintah kota dalam sebuah pernyataan.

Demo di Museum Square kota ini yang melanggar larangan perkumpulan publik, terjadi sehari setelah pemerintah menerapkan jam malam untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II.

Baca Selanjutnya: Polisi menyisir alun-alun itu setelah...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami