Polisi Myanmar Duduki Rumah Sakit dan Kampus, Tangkapi Demonstran

Polisi Myanmar Duduki Rumah Sakit dan Kampus, Tangkapi Demonstran
Polisi Myanmar pukuli pengunjuk rasa antikudeta. ©STR/AFP
DUNIA | 8 Maret 2021 13:03 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Polisi Myanmar menduduki sejumlah rumah sakit dan universitas serta menangkap ratusan demonstran yang ikut dalam unjuk rasa menentang kudeta militer bulan lalu.

Ketegangan memuncak di kota terbesar, Yangon pada Minggu malam. Suara rentetan tembakan bersahutan di sejumlah kawasan setelah melewati jam malam pukul 20.00 waktu setempat. Suara granat juga terdengar di sejumlah video yang beredar di dunia maya.

Suara tembakan juga terdengar di dekat rumah sakit di kawasan rumah penduduk yang menghalangi jalan masuk polisi dan tentara.

Dikutip dari laman the Guardian, Senin (8/3), aparat keamanan sebelumnya menyerang tenaga medis dan sejumlah bangunan rumah sakit serta mobil ambulans dan petugas kesehatan. Muncul kekhawatiran munculnya aparat di rumah sakit untuk menangkap demonstran yang luka.

Kelompok Dokter untuk Hak Asasi mengecam pendudukan rumah sakit itu. Dalam pernyataannya mereka mengatakan, "sangat terkejut dengan gelombang kekerasan yang dilakukan militer Myanmar, termasuk penyerbuan dan pendudukan rumah sakit serta penggunaan kekerasan terhadap warga sipil."

"Sebelumnya tidak begitu jelas, tapi sekarang cukup jelas" militer Myanmar tidak akan berhenti melanggar hak rakyat Myanmar sampai komunitas internasional melakukan tindakan untuk mencegah dan meminta pertanggungjawaban atas kekerasan ini," kata pernyataan para dokter.

Kelompok dokter juga mengatakan pendudukan rumah sakit itu melanggar hukum internasional.

Seorang aksi mata melaporkan melihat aparat keamanan memasuki gedung Rumah Sakit Umum Yangon dengan paksa. Selain itu juga ada laporan hal sama dari Rumah Sakit Okkalapa Waibagi Utara, Rumah Sakit Ibu dan Anak Okkalapa Selatan, Rumah Sakit Umum Yangon Timur, dan Rumah Sakit Pusat Perempuan.

Kelompok dokter juga mengatakan mereka mendapay laporan serupa dari Mandalay, Monywa, dan Taunggyi. (mdk/pan)

Baca juga:
Serikat Perdagangan Myanmar Serukan Pemogokan Total, Pejabat NLD Meninggal di Penjara
Kisah Biarawati Myanmar Berlutut Depan Polisi, "Hari Itu Saya Memutuskan untuk Mati"
Delapan Polisi Myanmar Tolak Perintah Atasan, Kabur ke India Minta Perlindungan
Aparat Myanmar Bongkar Makam Kyal Sin “Everything Will Be OK” & Autopsi Jasadnya
Demonstran Myanmar Bentangkan Jemuran Kain untuk Lindungi Diri dari Aparat
Revolusi Bergolak di Myanmar dan Kaum Perempuan Berada di Garis Paling Depan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami