Polisi Myanmar Tangkap Artis Pendukung Oposisi Setelah Dua Demonstran Tewas Tertembak

Polisi Myanmar Tangkap Artis Pendukung Oposisi Setelah Dua Demonstran Tewas Tertembak
Kendaraan Militer Myanmar Ditempel Poster Kecaman Kudeta. ©2021 AFP/Sai Aung Main
DUNIA | 21 Februari 2021 12:32 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Polisi Myanmar menangkap seorang aktor ternama yang mendukung oposisi atau penentang kudeta 1 Februari. Hal ini disampaikan istri sang aktor, dua jam setelah dua orang tewas saat polisi dan tentara menembak ke arah demonstran di Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar.

Kekerasan di Mandalay pada Sabtu adalah hari paling mematikan dalam dua pekan unjuk rasa di berbagai kota dan daerah di seluruh Myanmar, menuntut berakhirnya kekuasaan militer dan pembebasan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi dan sejumlah pejabat lainnya.

Aktor tersebut, Lu Min, adalah salah satu dari enam pesohor yang dicari tentara karena dinilai melanggar UU anti penghasutan karena mendorong PNS bergabung dengan gerakan unjuk rasa. Lu Min berpotensi dihukum dua tahun penjara dengan dakwaan tersebut.

Lu Min ikut turun ke jalan dalam beberapa unjuk rasa di Yangon.

Istrinya, Khin Sabai Oo, menyampaikan dalam sebuah video yang diunggah di Facebook, polisi mendatangi rumahnya di Yangon dan membawa suaminya.

“Mereka menggedor pintu dan membawanya dan tidak menyampaikan kepada saya ke mana mereka membawanya. Saya tak bisa menghentikan mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada saya,” jelasnya, dilansir Al Arabiya, Minggu (21/2).

Juru bicara militer, Zaw Min Tun, yang juga juru bicara dewan militer baru, tak menanggapi Reuters yang mencoba berulang kali menghubunginya untuk meminta konfirmasi.

Sebuah kelompok aktivis, Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), mengatakan pada Sabtu, 569 orang telah ditangkap, didakwa atau ditahan berkaitan dengan kudeta.

Insiden lain yang terjadi di Yangon pada Sabtu malam, seorang penjaga malam ditembak dan tewas. Radio Free Asia menyampaikan polisi menembaknya tapi tak jelas alasannya.

Sebelumnya juga dilaporkan dua pengunjuk rasa tewas dan 20 orang lainnya terluka dalam unjuk rasa di Mandalay pada Sabtu.

Baca Selanjutnya: Kecaman internasional...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami