Polisi New York rekrut warga muslim buat jadi mata-mata

DUNIA | 11 Mei 2014 14:28 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Surat kabar the New York Times hari ini menurunkan laporan tentang polisi New York yang merekrut para imigran, kebanyakan muslim, buat jadi informan sejak peristiwa 9 September 2001. Para informan muslim itu ditempatkan di sejumlah kafe, restoran, dan masjid.

Koran terkenal di Amerika itu dalam laporannya mengutip pernyataan dari wawancara dengan sejumlah mantan pejabat dan polisi senior, seperti dilansir koran Haaretz, Ahad (11/5).

Mereka yang direkrut itu antara lain para penjual makanan gerobak dari Afganistan, sopir mobil limousin asal Mesir, dan mahasiswa akuntansi dari Pakistan.

Wakil Komisioner di Divisi Intelijen John Miller mengatakan program itu dilakukan untuk menghadapi serangan terorisme setelah kejadian 9 September.

"Kami mencari orang yang bisa masuk ke dalam dunia terorisme. Anda tidak bisa mendapat informasi tanpa berbicara dengan orang lain," kata Miller seperti dikutip New York Times.

Namun sejumlah warga imigran muslim merasa mereka tidak punya pilihan lain buat menjadi informan.

Salah satu di antara mereka adalah Bayjan Abrahimi, seorang penjual gerobak makanan dari Afganistan. Dia ditangkap pada 2009 dalam kasus perebutan tempat parkir.

"Apakah Anda tahu orang-orang Al-Qaidah?" tanya polisi New York kepada dia. Mereka juga ditanyai tentang aktivitas mereka di masjid, asal negara dan warga muslim lain yang sering salat di masjid.

Pada akhirnya mereka akan diminta mengumpulkan informasi di masjid dan kemungkinan berangkat ke Afganistan. Karena takut akhirnya mereka setuju. (mdk/fas)

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.