Polisi Tembak Mati Empat Pelaku Pemerkosaan Dokter Hewan di India

DUNIA | 9 Desember 2019 16:35 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Polisi pada Jumat menembak mati empat pelaku pemerkosaan massal dan pembunuhan dokter hewan di India selatan. Aksi polisi itu menarik pujian dan kecaman atas kasus yang memicu protes di seluruh negeri.

Jasad seorang perempuan yang terbakar, diketahui berusia 27 tahun yang berprofesi sebagai dokter hewan, ditemukan pekan lalu oleh pejalan kaki di dekat kota Hyderabad, setelah menghilang malam sebelumnya.

Sekitar pukul 03.00 pada Jumat, polisi membawa pelaku, yang belum secara resmi didakwa dengan aksi kejahatan ke TKP dimana pemerkosaan dan pembunuhan terjadi dan ke lokasi di bawah jembatan dimana tubuh perempuan tersebut dibakar, kata komisaris polisi setempat, VC Sajjanar.

Polisi membawa pelaku untuk membantu menemukan barang bukti, termasuk ponsel korban.

"Pelaku merebut senjata dari polisi yang membawa mereka ke sana dan mulai menembak," kata Sajjanar dalam konferensi pers, dilansir dari laman The Associated Press, Senin (9/12).

"Meskipun petugas kami menahan diri dan meminta mereka menyerah, tanpa mendengarkan kami mereka terus menembak dan menyerang kami," jelasnya, menambahkan polisi balas menembak dan menewaskan pelaku.

Kematian perempuan tersebut adalah kasus kekerasan seksual mengerikan terbaru yang membuat marah publik India. Kasus semacam ini terus berulang kendati ada upaya untuk memperberat hukuman untuk kejahatan semacam itu. Beberapa advokat mengatakan upaya-upaya itu gagal mencegah predator seksual.

1 dari 2 halaman

Merayakan Kematian Pelaku Pemerkosaan

Beberapa jam setelah penembakan polisi, TKP di Shadnagar, sebuah kota di negara bagian Telangana di barat daya Hyderabad, ramai bak pasar malam. Sekitar 300 orang berkumpul untuk merayakan kematian para pelaku.

Beberapa orang memeluk polisi dan menggotong mereka, meneriakkan "Panjang umur polisi," sementara yang lainnya menaburkan bunga.

Warga India berunjuk rasa di jalan-jalan di Hyderabad, New Delhi, dan Mumbai dan menyerukan di media sosial untuk mengadili pelaku dengan cepat karena proses peradilan kerap tertunda dan berbelit-belit.

Setelah pembunuhan dokter hewan, Ketua Komisi Perempuan Delhi, Swati Maliwal, mulai melakukan mogok makan, menuntut pelaku dihukum gantung dalam waktu enam bulan. Pada Jumat, Maliwal mengatakan polisi tak ada pilihan kecuali menembak.

Dia mengatakan melanjutkan mogok makan untuk menuntut percepatan hukuman gantung untuk pelaku kekerasan seksual lainnya karena menurutnya hukuman mati bisa menjadi efek jera.

"Gantung pemerkosa!" teriak sejumlah perempuan pendukung Maliwal yang berkumpul pada hari Jumat di lokasi pemogokannya, di makam Mahatma Gandhi.

2 dari 2 halaman

Parlemen Serukan Penyelidikan Polisi

Partai Kongres dan kelompok oposisi menyuarakan penembakan polisi di parlemen dan menuntut penyelidikan atas insiden tersebut.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, sebuah badan otonom di Parlemen India, mengatakan pihaknya mengirim tim pencari fakta ke TKP.

"Ini jenis keadilan yang dibuat-buat," kata Kavita Krishnan, sekretaris Asosiasi Perempuan Progresif India.

"Pembunuhan itu adalah taktik untuk menutup tuntutan kami akan pertanggungjawaban dari pemerintah, sistem peradilan dan polisi, serta martabat dan keadilan bagi perempuan. Kami menuntut penyelidikan menyeluruh tentang ini," katanya.

Maneka Gandhi, seorang anggota parlemen dari Partai Bharatiya Janata yang berkuasa di India dan mantan menteri kabinet, menuduh polisi main hakim sendiri.

"Mereka juga akan digantung oleh pengadilan. Jika Anda akan membunuh terdakwa sebelum proses hukum, lalu apa gunanya memiliki pengadilan, hukum dan polisi?" ujarnya.

Avinash Kumar, Direktur Eksekutif Amnesty International India, mengatakan pembunuhan di luar hukum bukan solusi untuk mencegah pemerkosaan.

Setelah pemerkosaan pada tahun 2012 dan pembunuhan seorang mahasiswa berusia 23 tahun di sebuah bus di New Delhi, hukuman minimum diajukan dalam kasus-kasus kekerasan seksual. Keempat orang terpidana dalam kasus ini telah mengajukan banding atas hukuman mereka, yang merupakan hukuman mati atau gantung. (mdk/pan)

Baca juga:
Korban Pemerkosaan yang Dibakar di India Utara Meninggal
Perempuan di India Dibakar Saat akan Hadiri Sidang Kasus Pemerkosaannya
Lagi, Gadis India Diperkosa Massal Lalu Ditembak dan Dibakar Hingga Tewas
Mengapa Kasus Pemerkosaan di India Makin Mengerikan?
Bocah Enam Tahun di India Diperkosa dan Dicekik Hingga Tewas
Ratusan Massa di India Marah dan Demo Setelah Dokter Hewan Diperkosa Lalu Dibakar

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.