Presiden Afghanistan Tolak Bebaskan Ribuan Tahanan Taliban

Presiden Afghanistan Tolak Bebaskan Ribuan Tahanan Taliban
DUNIA | 2 Maret 2020 13:33 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani menyampaikan pemerintahannya belum berjanji untuk membebaskan tahanan Taliban, sebagaimana dinyatakan dalam kesepakatan yang dicapai Amerika Serikat (AS) dan para pimpinan kelompok militan tersebut.

Di bawah perjanjian penting yang ditandatangani pada Sabtu di Qatar, 5.000 anggota Taliban akan dibebaskan dengan imbalan 1.000 tahanan pemerintah pada 10 Maret.

Seperti dikutip dari BBC, Senin (2/3), Ghani mengatakan pembebasan tahanan seperti itu "tidak bisa menjadi prasyarat untuk perundingan", tetapi harus menjadi bagian dari negosiasi.

Perjanjian AS-Taliban mencakup penarikan pasukan AS secara bertahap. Sebagai imbalannya, kelompok garis keras Islam itu sepakat untuk mengadakan pembicaraan damai dengan pemerintah Afghanistan. Perjanjian itu juga berisi komitmen Taliban mencegah Al-Qaidah dan semua kelompok ekstremis lainnya beroperasi di wilayah yang mereka kuasai.

AS menginvasi Afghanistan beberapa pekan setelah serangan September 2001 di New York yang dilakukan Al-Qaidah, yang berbasis di Afghanistan. Taliban digulingkan dari kekuasaan tetapi berubah menjadi kekuatan pemberontak yang pada tahun 2018 aktif di lebih dari dua pertiga negara.

1 dari 2 halaman

Pembebasan Tahanan Bukan Kewenangan AS

bukan kewenangan as rev4

Kurang dari 24 jam setelah perjanjian ditandatangani di Doha, Presiden Ghani menyampaikan kepada wartawan di Kabul: "Pengurangan kekerasan akan berlanjut dengan tujuan untuk mencapai gencatan senjata penuh."

"Tidak ada komitmen untuk membebaskan 5.000 tahanan," imbuhnya.

"Ini adalah hak dan keinginan pribadi rakyat Afghanistan. Ini bisa dimasukkan dalam agenda perundingan intra-Afghanistan, tetapi tidak bisa menjadi prasyarat untuk perundingan."

Pembebasan tahanan, lanjutnya, bukan kewenangan AS melainkan kewenangan pemerintah Afghanistan.

Diperkirakan 10.000 anggota Taliban ditahan di Afghanistan.

2 dari 2 halaman

Pemulangan Tentara AS

as rev4

Lebih dari 2.400 tentara Amerika terbunuh selama konflik di Afghanistan. Sekitar 12.000 tentara masih ditempatkan di negara itu.

AS dan sekutu NATO sepakat menarik seluruh tentara dalam waktu 14 bulan jika Taliban menepati perjanjian tersebut. Presiden AS, Donald Trump yang berjanji mengakhiri konflik Afghanistan menyampaikan pada Sabtu bahwa inilah saatnya memulangkan para tentaranya.

Trump menyampaikan, 5.000 tentara AS akan meninggalkan Afghanistan pada Mei dan setelah itu dia akan bertemu pemimpin Taliban.

Hampir 3.500 anggota pasukan koalisi internasional tewas di Afghanistan sejak invasi AS pada 2001. Dalam sebuah laporan diterbitkan Februari 2019, PBB menyebutkan lebih dari 32.000 warga sipil tewas dalam konflik tersebut.

Watson Institute Universitas Brown University menyampaikan 58.000 personel keamanan dan 42.000 kombatan oposisi juga tewas selama konflik.

(mdk/pan)

Baca juga:
Catatan Penting Perang AS di Afghanistan, Dari 2001 Sampai Kesepakatan Damai 2020
Perjuangan Aktor Afghanistan Talibshah Hosini Tinggal di Penampungan
Amerika dan Taliban Sepakat Damai
Misteri Jatuhnya Pesawat Militer AS & Sosok Agen CIA Otak Pembunuhan Qassim Sulaimani
Kondisi Pesawat Militer AS Usai Jatuh di Wilayah Taliban
Pesawat Militer AS Jatuh di Afghanistan, Diduga Ditembak Taliban

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Alur BLT Dana Desa Hingga ke Tangan Warga - MERDEKA BICARA with Mendes Abdul Halim Iskandar

5