Presiden Brasil Sebut Wali Kota dan Gubernurnya Penjahat Karena Terapkan Lockdown

Presiden Brasil Sebut Wali Kota dan Gubernurnya Penjahat Karena Terapkan Lockdown
DUNIA | 26 Maret 2020 15:23 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Presiden Brasil Jair Bolsonaro terus menuai kontroversi saat wabah virus corona melanda negaranya. Bukannya mendukung, dia malah menyebut para gubernur dan wali kota negara bagian di Brasil sebagai penjahat karena menerapkan lockdown (karantina wilayah) untuk mencegah penyebaran virus.

"Virus-virus lain sudah membunuh lebih banyak orang daripada yang satu ini, tapi tidak heboh seperti ini," ujar Bolsonaro seperti dilansir Reuters, Kamis (26/3).

"Apa yang dilakukan beberapa wali kota dan gubernur adalah kejahatan. Mereka sedang menghancurkan Brasil," kata Bolsonaro lagi.

Ucapan Bolsonaro itu merujuk pada sikap kepala daerah lokal yang menutup bisnis dan membatasi orang di Sao Paulo dan Rio de Janeiro, serta kota-kota terbesar di Brasil. Dia mengatakan langkah-langkah seperti itu berisiko menghancurkan ekonomi Brasil.

Bolsonaro sebelumnya juga mendapatkan kecaman dari sejumlah pihak termasuk komunitas medis dan dari kalangan oposisi. Dia menyebut Covid-19 sebagai 'flu kecil' yang disikapi dengan reaksi berlebihan.

Mereka menyebut Bolsonaro sebagai 'musuh kesehatan rakyat' yang responsnya terhadap krisis 'tidak koheren dan kriminal'.

"Dia menyangkal bukti ilmiah yang memandu perang melawan pandemi Covid-19 di seluruh dunia, meremehkan pekerjaan yang serius dan berdedikasi oleh jaringan nasional dan global para peneliti dan profesional teknologi kesehatan," kata pernyataan itu.

Politisi dari berbagai kalangan juga menyerang Bolsonaro, termasuk presiden Senat kanan-tengah Davi Alcolumbre. "Brasil saat ini membutuhkan pemimpin yang serius dan bertanggung jawab, yang peduli dengan kehidupan dan kesehatan masyarakat."

Gubernur Sao Paulo Joao Doria meminta Bolsonaro untuk menjadi contoh bagi rakyatnya. "Pimpin bangsa ini, jangan dipecah belah di saat krisis," ujarnya.

1 dari 2 halaman

Sejalan dengan Trump

Sikap Bolsonaro yang lebih mengutamakan pemulihan ekonomi ketimbang mencegah penyebaran virus corona ini sejalan dengan Presiden AS Donald Trump. Dia menentang saran para ahli kesehatan masyarakat termasuk menteri kesehatannya sendiri, Luiz Henrique Mandetta untuk menetapkan lockdown di seluruh wilayah.

"Kami mengikuti garis yang sama," kata Bolsonaro.

Padahal, Mandetta telah memperingatkan bahwa wabah corona di Brasil bisa membuat sistem perawatan kesehatan negara itu runtuh bulan depan.

Saat bosnya meremehkan virus tersebut, penasihat keamanan Brasil Augusto Heleno pada Rabu mengabaikan anjuran medis untuk mengisolasi diri selama dua pekan.

Sebaliknya, Heleno kembali bekerja hanya tujuh hari setelah ia dikarantina setelah dites positif virus corona. Heleno bahkan menghadiri sidang kabinet pada hari ia sedang menunggu hasil uji corona tersebut.

2 dari 2 halaman

Orang Brasil Kuat

Pada Selasa (24/3) malam, Bolsonaro kembali meremehkan ancaman virus tersebut. Ia meyakinkan bahwa masyarakat Brasil kuat dari ancaman wabah corona.

"90 persen dari kita semua tidak akan mengalami gejala kalau tertular dan riwayat sebagai seorang atlet."

Bolsonaro menyebut, orang Brasil yang terkena virus corona hanya akan mengalami sedikit flu.

Sikap Bolsonaro ini bertentangan dengan data terakhir jumlah orang meninggal di Brasil akibat virus corona. Hingga Rabu (25/3) tercatat meningkat menjadi 57 orang, dari sehari sebelumnya 46.

Sementara itu, kasus positif virus tersebut naik dari 2.201 pada hari sebelumnya menjadi 2.433. (mdk/bal)

Baca juga:
Patung Kristus Penebus di Brasil Bercahaya Bendera Negara Terpapar Corona
Menteri Perdagangan Brasil Positif Terinfeksi Virus Corona
Meski Telah Diumumkan Wabah Corona, Warga Brasil Santai Liburan di Pantai
Hujan Lebat Picu Longsor di Brasil, 17 Tewas
Gadis 12 Tahun Dirikan Perpustakaan untuk Anak-Anak Miskin di Brasil
Ekspresi Ronaldinho Terjerat Kasus Pemalsuan Paspor

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami