Presiden Korea Selatan Minta Maaf Usai Warganya Ditembak Tentara Korea Utara

Presiden Korea Selatan Minta Maaf Usai Warganya Ditembak Tentara Korea Utara
DUNIA | 28 September 2020 20:30 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Presiden Korea Selatan, Moon Jae In meminta maaf untuk pertama kalinya pada Senin atas kematian seorang pria yang ditembak tentara Korea Utara pekan lalu. Moon menyampaikan pemerintahnya gagal melaksanakan tanggung jawabnya dalam melindungi warganya.

Penembakan itu memicu kemarahan dan kritik bahwa Seoul tampaknya membuang waktu berjam-jam untuk menyelamatkan pejabat Korea Selatan yang ditemukan terapung-apung di perairan Korea Utara sebelum kematiannya pada Selasa lalu.

Sementara penembakan itu membuat pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyampaikan permohonan maaf yang jarang dilakukannya. Korea Utara sebagian besar menyalahkan orang yang terbunuh itu, mengatakan dia menolak menjawab pertanyaan dan berusaha melarikan diri sebelum pasukan Korea Utara menembaknya.

Pada Minggu, Korea Utara menuding Korea Selatan mengirim kapal melintasi perbatasan maritim barat yang disengketakan untuk mencari jenazah pria itu, memperingatkan bahwa dugaan intrusi dapat meningkatkan ketegangan. Militer dan penjaga pantai Korea Selatan bersikeras mereka hanya mencari di perairan selatan perbatasan.

Baca Selanjutnya: Dalam sebuah pertemuan dengan pembantu...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami