Pria AS Meninggal karena Corona Sebab Ingin Buktikan Covid-19 itu Hoaks

Pria AS Meninggal karena Corona Sebab Ingin Buktikan Covid-19 itu Hoaks
DUNIA | 12 Juli 2020 11:55 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Seorang pria di San Antonia, Negara Bagian Texas, Amerika Serikat, meninggal karena corona setelah dia ingin membuktikan bahwa penyakit Covid-19 itu hoaks. Demikian dilaporkan media lokal.

Pria itu dikatakan berumur 30-an tahun dan menghadiri pesta yang disebut "Covid-Party". Pesta serupa di beberapa tempat digelar sengaja untuk menulari orang supaya jika dia sudah sembuh maka dia tidak perlu lagi tetap di rumah. Namun dalam beberapa kasus pesta-pesta semacam itu diadakan untuk mencari tahu apakah benar orang bisa tertular, seperti sebagian orang di dunia yang masih meragukan dan menyebut virus ini hoaks.

Laman Sputnik News melaporkan, Sabtu (11/7), setelah mendatangi pesta itu, pria itu jatuh sakit. Kepala Medis di Methodist Healthcare Dr Jane Appleby mengisahkan pengalaman tragis yang dia alami dengan pasien.

"Beberapa saat sebelum dia meninggal, dia memandang ke perawat dan berkata, 'ternyata saya salah, tadinya saya pikir ini hoaks, rupanya bukan.' Saya tidak mau menakut-nakuti dan kami hanya ingin berbagi pengalaman nyata untuk menolong masyarakat supaya sadar bahwa virus ini benar-benar serius dan bisa menyebar cepat dan mudah sekali," kata Dr Appleby.

Kejadian itu terjadi di tengah melonjaknya kasus positif corona di AS seiring pemerintah yang mulai mencabut aturan karantina ketat. Dua hari lalu AS mengalami lonjakan kasus tertinggi dengan lebih dari 63.000 orang positif dalam satu hari. (mdk/pan)

Baca juga:
Trump Pertama Kali Pakai Masker di Depan Publik Ketika Kunjungi Rumah Sakit Militer
Dua Orang Ditangkap di AS Setelah Batuk di Depan Pegawai Walmart
Patung Kayu Melania Trump di Slovenia Dibakar
Namanya Ditulis 'ISIS' di Gelas, Wanita Muslim Gugat Barista Starbucks di Minnesota
Patung Melania Trump di Slovenia Dibakar Saat Hari Kemerdekaan AS
Minta Sekolah Dibuka Kembali, Presiden Trump Ancam Hentikan Bantuan Pusat
Pakar PBB: Serangan Drone AS Tewaskan Qassim Sulaimani Langgar Hukum Internasional
Amerika Serikat Pertimbangkan Larang Aplikasi TikTok
Direktur FBI Sebut China Mata-Matai Warganya di Luar Negeri
AS Umumkan Resmi Mundur dari WHO Mulai Tahun Depan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami