Pria di Filipina Ditembak Mati karena Tidak Pakai Masker Saat Hendak Diperiksa Corona

Pria di Filipina Ditembak Mati karena Tidak Pakai Masker Saat Hendak Diperiksa Corona
DUNIA | 6 April 2020 16:42 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Seorang pria 63 tahun di Filipina ditembak mati setelah dia mengancam para pejabat desa dan polisi dengan sabit di pos pemeriksaan virus corona.

Pria itu diyakini sedang mabuk ketika mengancam para pejabat desa dan polisi yang menjaga pos pemeriksaan di Kota Nasipit di Selatan Provinsi Agusan del Norte, pada Kamis lalu.

"Tersangka itu diperingatkan oleh petugas kesehatan desa karena tidak mengenakan masker," kata laporan itu, demikian dikutip dari laman The Star, Senin (6/4).

"Tapi tersangka marah, mengucapkan kata-kata memprovokasi dan akhirnya menyerang personel menggunakan sabit," tambahnya.

Tersangka lalu ditembak dan kemudian meninggal oleh seorang polisi yang berusaha menenangkannya.

1 dari 1 halaman

Insiden ini adalah kasus pertama polisi menembak warga sipil karena menolak mengikuti pembatasan untuk mengekang penyebaran Virus Corona jenis baru.

Sebelumnya, Presiden Rodrigo Duterte memperingatkan pada hari Rabu bahwa ia akan memerintahkan polisi dan militer untuk menembak siapa saja yang membuat masalah pada masa lockdown akibat Virus Corona COVID-19.

Pulau utama Filipina yaitu Luzon telah ditutup selama sebulan sejak 16 Maret. Otoritas melarang orang meninggalkan rumah mereka kecuali untuk perjalanan penting ke toko kelontong atau apotek.

Banyak provinsi di luar Luzon juga memberlakukan pembatasan mereka sendiri dalam upaya untuk mencegah penyebaran virus.

Departemen Kesehatan melaporkan 76 kasus infeksi baru yang dikonfirmasi di Filipina, sehingga total angka kasus positif menjadi 3.094.

Sementara angka kematian juga bertambah delapan menjadi total 144 dan 57 pasien sembuh.

Reporter: Tommy Kurnia

Sumber: Liputan6.com (mdk/pan)

Baca juga:
Memanfaatkan Galon Bekas Jadi Alat Pelindung Diri
Beri Keceriaan di Ruang Medis, Seorang Perawat Ciptakan ADP Seperti Power Rangers
Duterte Sebut Dokter Meninggal karena Corona Orang Beruntung Sebab Gugur Demi Negara
Duterte Perintahkan Polisi Tembak Mati Warga yang Membuat Masalah Saat Lockdown
Pesawat Penerbangan Medis Jatuh di Filipina, Ini 5 Faktanya
Pesawat Lionair Filipina Meledak Saat Lepas Landas

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami