Pria di Jepang Habiskan Uang Bantuan Covid untuk Seluruh Penduduk Kota di Meja Judi

Pria di Jepang Habiskan Uang Bantuan Covid untuk Seluruh Penduduk Kota di Meja Judi
ilustrasi judi di kasino. ©2019 liputan6.com/reuters
DUNIA | 20 Mei 2022 20:25 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Seorang pria di Jepang ditangkap setelah menghabiskan uang bantuan Covid-19 untuk seluruh penduduk kota di meja judi. Setiap warga di kota Abu, Prefektur Yamaguchi mendapat bantuan program dana stimulus Covid-19 sekitar Rp 11,4 juta.

Namun seorang pejabat kota salah transfer dan pria tersebut menerima uang yang seharusnya untuk semua penduduk kota berpendapatan rendah yang jumlahnya sebesar Rp 5,2 miliar.

Sho Taguchi (24) berjanji akan mengembalikan uang tersebut, tapi ternyata uangnya dipertaruhkan di meja judi. Kepada polisi dia mengaku kalah judi online. Seorang pejabat polisi di Prefektur Yamaguchi, Taguchi ditangkap pada Rabu dan dikenakan dakwaan penyelewengan dana pemerintah, dikutip dari The New York Times, Jumat (20/5).

Berita ini mengagetkan para penduduk kota Abu.

"Saya kaget mendengar berita itu dan juga tercengang bagaimana dia menghabiskan uang itu," kata salah seorang warga Abu, Yuriko Suekawa (72).

"Benar-benar mengejutkan," lanjutnya.

Seorang pejabat kota Abu, Atsushi Nohara mengatakan, pada 8 April, seorang pejabat kota Abu meminta bank lokal mentransfer dana sebesar 46,3 juta yen atau sekitar Rp 5,2 miliar ke rekening Taguchi. Nama Taguchi berada di daftar paling atas dari 463 rumah tangga penerima bantuan masing-masing senilai 100.000 yen atau sekitar Rp 11,4 juta.

Wali Kota Abu, Norihiko Hanada mengatakan, setelah para pejabat kota menyadari kekeliruan itu, mereka mendatangi rumah Taguchi dan meminta uang tersebut dikembalikan.

Taguchi bersedia ikut dengan para pejabat menuju bank menggunakan mobil pemerintah, tapi menolak masuk ke bank. Taguchi lalu mengatakan dia berencana berkonsultasi dengan seorang pengacara, menurut laporan NHK. Pada 14 April, Taguchi bertemu Wakil Wali Kota Abu dan pengacaranya mengatakan kliennya akan mengembalikan uang tersebut keesokan harinya.

"Tapi ujung-ujungnya tidak dikembalikan," kata Hanada di YouTube.

Hanada melanjutkan, Taguchi lalu menyampaikan kepada pejabat kota dia telah menghabiskan uang sebesar Rp 5,2 miliar itu, berjanji tidak akan kabur dan akan "menebus kesalahannya."

Hanada menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas nama pemerintah kota karena kehilangan dana masyarakat dalam jumlah besar.

"Penangkapan tersebut akan membantu kami semakin mengetahui kebenarannya," ujarnya. (mdk/pan)

Baca juga:
BTN Dapat Suntikan Dana Rp1,4 Triliun Dukung Program Sejuta Rumah
Resep Oyakodon Khas Jepang, Sajian Rice Bowl Lezat Mudah Dibuat
Sejarah 15 Mei 1972: Pulau Okinawa Kembali pada Kekuasaan Jepang
Tebet Eco Park Banyak Sampah, Wagub DKI Minta Warga Tiru Kebersihan di Jepang
Aktivis Perdamaian Jepang Temui JK Tukar Pikiran Soal Pengalamannya Damaikan Konflik
Selamat! Jusuf Kalla Dapat Penghargaan Tertinggi dari Kaisar Jepang, Intip Potretnya

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami