Pria Jepang Jadi Yang Pertama di Dunia Bergelar Master Ninja

Pria Jepang Jadi Yang Pertama di Dunia Bergelar Master Ninja
DUNIA | 1 Juli 2020 08:01 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Seorang pria Jepang menjadi orang pertama di dunia yang meraih gelar master dalam bidang ninja setelah merampungkan syarat kelulusan yang meliputi penguasaan kemampuan dasar bela diri dan mendaki gunung dalam senyap.

Dikutip dari laman CNN, Selasa (30/6), Genichi Mitsuhashi, 45 tahun, menghabiskan waktu dua tahun mempelajari sejarah, tradisi dan teknik bertarung ninja di Universitas Mie, Jepang. Ninja dikenal sebagai sosok agen rahasia di zaman feodal Jepang.

Ninja terkenal dengan kemampuan bela diri yang tinggi, mahir sebagai mata-mata, ahli sabotase, membunuh, dan pertarungan gerilya di masa abad ke-14 silam. Tapi menurut Mitsuhashi, ninja juga adalah sosok petani independen dan dia memutuskan pindah ke daerah pegunungan Iga, sekitar 354 kilometer Ibu Kota Tokyo, untuk lebih memahami dan menyelami bagaimana sosok ninja menjalani kehidupan.

"Iga adalah tempat di mana Ninja pernah tinggal. Iklim di daerah ini membentuk karakter ninja," kata dia.

1 dari 1 halaman

Mitsuhashi menanam padi dan sayuran sendiri di Iga. Dia mengelola sebuah penginapan juga di sana dan mengajar bela diri serta ninjitsu--seni ninja--di perguruan miliknya.

Gelar master dia jalani sejak 2018, setahun setelah Universitas Mie mendirikan Pusat Penelitian Internasional Ninja di Iga--yang pertama di dunia untuk mempelajari ninja.

Selain soal sejarah, siswa juga mempelajari teknik bertarung dan bertahan hidup, termasuk kemampuan dasar bela diri dan bagaimana menjelajahi pegunungan dalam senyap.

Profesor studi ninja Yuji Tamada mengatakan Mitsuhashi seorang siswa yang tekun.

"Dia benar-benar memberikan hidupnya untuk ninja," kata Tamada.

Mitsuhashi yang kini ingin mengejar gelar doktor di bidang ninja, mengatakan menempuh pendidikan soal ninja mengajarkan dia tentang masa lalu, masa sekarang, dan masa depan.

"Hidup secara mandiri dengan kemampuan sendiri itu penting untuk Jepang modern. Dunia bagi kami tidaklah global, tapi membumi. Era globalisme sudah usai." (mdk/pan)

Baca juga:
Cerita Yoshisuke Aikawa, Belajar ke Amerika Serikat hingga Mendirikan Nissan Motor
Lailatul Qomariah, Anak Tukang Becak Jadi Doktor Muda Hingga Meneliti di Jepang
New Normal di Jepang, Orang Dilarang Teriak Saat Naik Roller Coaster
Asosiasi Dokter Anak Jepang Ingatkan Bahaya Masker Bagi Anak di Bawah 2 Tahun
Melihat Latihan Militer Pasukan Bela Diri Jepang di Kala Pandemi

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Alur BLT Dana Desa Hingga ke Tangan Warga - MERDEKA BICARA with Mendes Abdul Halim Iskandar

5