Produser Film Penembakan Masjid Selandia Baru Mundur Setelah Tuai Kritik

Produser Film Penembakan Masjid Selandia Baru Mundur Setelah Tuai Kritik
Penembakan di Masjid Al Noor Selandia Baru. ©2019 REUTERS/SNPA/Martin Hunter
DUNIA | 14 Juni 2021 18:25 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Produser film tentang serangan teror Christchurch di Selandia Baru mengundurkan diri dari proyek tersebut setelah proyek film itu menuai kritik.

Philippa Campbell meminta maaf atas keterlibatannya dan mengatakan dia tidak menyadari luka yang akan disebabkan film tersebut.

Film yang rencananya berjudul They Are Us itu fokus menggambarkan peran Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern selama penembakan di dua masjid di Christchurch t pada 2019 lalu.

Penembakan itu merupakan serangan teroris terburuk di Selandia Baru dan menewaskan 51 orang serta melukai puluhan lainnya.

“Saya telah mendengar kekhawatiran yang muncul dalam beberapa hari terakhir dan saya telah mendengar kekuatan pandangan masyarakat,” jelas Campbell, dilansir BBC, Senin (14/6).

“Saya sekarang setuju bahwa kejadian pada 15 Maret 2019 itu sangat mentah untuk fim pada saat ini dan tidak berharap terlibat dengan sebuah proyek yang menyebabkan kesedihan seperti itu.”

Pengunduran dirinya bukan berarti proyek film yang didukung AS itu terhenti.

Anggota komunitas Muslim juga mengkritik film tersebut karena memunculkan narasi “penyelamat kulit putih” dengan fokus pada PM Ardern daripada para korban.

Aya Al-Umari, yang saudaranya Hussein meninggal dalam serangan itu, mengatakan itu bukan kisah yang harus diceritakan.

Sebuah petisi dari Asosiasi Pemuda Islam Nasional yang meminta film itu dibatalkan telah mengumumpulkan hampir 60.000 tandatangan, berpendapat bahwa film itu mengesampingkan para korban dan penyintas dan malah memusatkan narasi cerita pada respons seorang perempuan kulit putih.

Wali Kota Christchurch, tempat serangan itu terjadi, mengatakan kru film tidak akan diterima di kotanya.

"Saya sangat marah, bahkan apakah mereka berpikir ini hal yang tepat untuk dilakukan," kata Lianne Dalziel kepada outlet berita RNZ.

Film ini akan dibintangi oleh Rose Byrne dari Australia sebagai pemimpin kiri tengah. (mdk/pan)

Baca juga:
PM Jacinda Ardern Kritik Rencana Pembuatan Film Penembakan di Masjid Christchurch
Selandia Baru Tangkap Dua Orang Diduga Lontarkan Ancaman Pada Masjid di Christchurch
Reaksi Korban Seusai Penyerang Masjid di Selandia Baru Dipenjara Seumur Hidup
Hakim ke Penembak Masjid Selandia Baru: Apa yang Anda Lakukan Itu Sangat Jahat
Penembak Masjid di Selandia Baru Dihukum Seumur Hidup Tanpa Pembebasan Bersyarat
Saat Penembak Masjid Selandia Baru 'Dihakimi' para Penyintas di Pengadilan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami