Profil 4 Polisi Terlibat Pembunuhan George Floyd, Salah Satunya Baru Bertugas 4 Hari

Profil 4 Polisi Terlibat Pembunuhan George Floyd, Salah Satunya Baru Bertugas 4 Hari
DUNIA | 6 Juni 2020 07:24 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Keempat polisi yang terlihat dalam video kematian George Floyd, pria kulit hitam di Minneapolis, Amerika Serikat, kini sudah ditahan.

Salah satu dari para polisi itu baru bertugas di lapangan selama empat hari ketika insiden yang memicu kerusuhan di AS itu terjadi. Seorang rekannya kala itu sudah menjalani tiga kali tugas piket. Dan Derek Chauvin, petugas yang menindih leher Floyd dengan lututnya selama hampir sembilan menit, adalah petugas pelatih dari salah satu di antara mereka.

Chauvin, J Alexander Kueng, Thomas Lane dan Tou Thao merespons telepon seorang pegawai toko yang melaporkan uang USD 20 palsu pada 25 Mei ketika kemudian mereka meringkus Floyd di lokasi hingga tewas.

Keempat polisi itu kini dituntut atas kematian Floyd.

Berikut profil singkat mereka berdasarkan data personel kepolisian:

1 dari 4 halaman

Derek Chauvin

rev2

Perbuatan:

Pria 44 tahun ini menindih leher Floyd dengan lututnya selama hampir sembilan menit ketika Floyd sudah dipaksa menelungkup di jalan.

Dakwaan:

Chauvin kemarin dikenai dakwaan baru yang lebih serius yaitu pembunuhan tingkat dua. Dia sebelumnya dituntut dengan pembunuhan tingkat tiga dan pembantaian tingkat dua.

Chauvin ditangkap pekan lalu dan kini ditahan di Departemen Perbaikan Minnesota di Oak Parks. Jaminan pembebasannya dinaikkan menjadi USD 1 juta Rabu lalu, kata dokumen pengadilan.

Latar belakang:

Chauvin sebelumnya adalah petugas polisi di Departemen Kepolisian Minneapolis selama hamir 19 tahun.

Dia sebelumnya sudah mendapat 18 kali keluhan dari warga dan dua di antaranya berujung dengan sanksi "tindakan disiplin".

Arsip keanggotaan yang dirilis polisi hanya merinci keluhan dari seorang perempuan yang menyebut Chauvin menyuruhnya menepi dari mobilnya, menggeledahnya dan menyuruhnya ke belakang mobil lantaran melanggar aturan kecepatan laju kendaraan.

Hasil penyelidikan menyatakan Chauvin seharusnya tidak perlu menyuruh perempuan itu keluar mobil dan dia cukup menanyai perempuan itu dari luar mobil. Laporan itu juga menyebut pada saat itu tidak ada rekaman suara dan kamera di dashboard mobil Chauvin tidak diaktifkan.

Chauvin mengakui dia tidak memeriksa kamera dashboard di mobilnya ketika menjalankan tugas waktu itu dan dia meninggalkan mobilnya tanpa microphone yang bisa merekam suara kejadian. Dia kemudian mendapat surat peringatan atas kejadian itu.

Arsip pribadinya juga menyebut Chauvin pernah direkomendasikan mendapat medali penghargaan atas tindakannya pada dua insiden. Salah satunya adalah ketika dia terlibat penembakan seorang pria yang menodongkan pistol ke seorang polisi dan dia juga terlibat dalam penembakan seorang pria yang diduga melakukan kekerasan dalam rumah tangga.

Ketika Chauvin melamar pekerjaan di kepolisian, dia mengaku pernah bertugas di militer AS sebagai anggota polisi militer dan bekerja sebagai petugas bea cukai di perusahaan jasa keamanan. Dalam arsipnya Chauvin juga pernah bekerja di restoran cepat saji McDonald's dan restoran lain pada pertengahan 1990-an.

Chauvin sebelumnya pernah bekerja sebagai petugas layanan masyarakat pada Januari 2001 dan setelah delapan bulan dia dipromosikan menjadi petugas polisi.

2 dari 4 halaman

J Alexander Kueng

kueng rev2

Perbuatannya:

Kueng, 26 tahun, membantu meringkus Floyd bersama Derek Chauvin dan Thomas Lane.

Tuntutan:

Kueng didakwa membantu tindakan pembunuhan tingkat dua dan bersekongkol atas pembantaian tingkat dua.

Dia ditangkap Rabu pekan lalu dan ditahan dengan jaminan USD 1 juta.

Latarbelakang:

Kueng diangkat menjadi petugas polisi di Departemen Kepolisian Minneapolis pada Desember lalu. Dia bergabung dengan institusi itu sebagai kadet atau calon perwira pada Februari 2019.

Dia tidak pernah mendapat keluhan sebelumnya. Ketika insiden Floyd tewas, Kueng sedang bertugas piket yang ketiga kali, kata Thomas Plunkett, pengacaranya. Chauvin adalah petugas pelatih Kueng, kata Plunkett.

Lane adalah sarjana sosiologi di Universitas Minnesota.

Dalam surat lamaran kerjanya, Kueng pernah bekerja sebagai detektif keamanan untuk Macy dari 2014 hingga 2017 dan dia juga mendapat pekerjaan sementara di Target. Dalam lamaran kerjanya dia mengaku bisa berbicara, membaca, dan menulis bahasa Rusia.

3 dari 4 halaman

Thomas Lane

rev2

Perbuatannya:

Lane, 37 tahun, membantu meringkus Floyd bersama Derek Chauvin dan J Alexander Kueng.

Dakwaan:

Lane dituntut membantu tindakan pembunuhan tingkat dua dan bersekongkol atas pembantaian tingkat dua.

Dia ditangkap Rabu pekan lalu dan ditahan dengan jaminan USD 1 juta.

Latar belakang:

Lane bergabung di kepolisian sebagai kadet atau calon perwira pada Februari 2019. Dia tidak punya catatan keluhan. Lane baru empat hari bertugas di kepolisian ketika Floyd meninggal, kata pengacaranya Earl Gray.

"Lane melakukan apa yang menurut dia harus dilakukan sebagai polisi yang baru bertugas selama empat hari," kata Gray.

Setelah merampungkan kuliah sarjananya di jurusan Kriminologi di Universitas Minnesota pada 2016, Lane bekerja sebagai petugas junior di Hennepin County sebagai asisten masa percobaan.

Dia sebelumnya pernah bekerja sebagai pelayan dan bartender di beberapa restoran dan menjadi sales di Home Depot, kata pernyataan di surat lamaran kerjanya. Sebagai sukarelawan Lane pernah membantu anak-anak muda Somalia di lingkungan Cedar Riverside. Saat itu membantu mereka mengerjakan pekerjaan rumah dari sekolah dan sebagai pengajar di mata pelajaran matematika dan ilmu pengetahuan.

4 dari 4 halaman

Tou Thao

rev2

Perbuatannya:

Tou Thao, 34 tahun, berdiri di dekat rekan-rekannya ketika mereka meringkus Floyd.

Dakwaan:

Thao dituntut membantu tindakan pembunuhan tingkat dua dan bersekongkol atas pembantaian tingkat dua.

Thao bersama Kueng dan Lane ditangkap Rabu pekan lalu dan ditahan dengan jaminan USD 1 juta.

Latar belakang:

Thao sudah menjadi petugas polisi di Departemen Kepolisian Minneapolis sejak 2012.

Dia punya catatan enam keluhan dalam kasus rumah tangga, salah satunya masih dalam proses, kata ringkasan dokumen kepolisian. Lima kasus lainnya berakhir tanpa sanksi disiplin.

Sebelum menjadi polisi, Thao bekerja sebagai penjaga keamanan, satpam di toko swalayan, dan pelatih di McDonald's. Dia menempuh pendidikan di North Hennepin Community College dan mengambil kuliah diploma bidang penegakan hukum tapi tidak lulus.

Thao mengaku dia bisa berbahasa Hmong (Laos). Di Minnesota ada cukup banyak orang Hmong. (mdk/pan)

Baca juga:
Menhan AS Tolak Kerahkan Tentara untuk Hadapi Demonstran Kematian George Floyd
Fakta Baru Terungkap, George Floyd Positif Covid-19
Mantan Menhan AS: Trump Ingin Memecah-Belah Rakyat Amerika
Bergaung ke Seluruh Dunia, Kematian George Floyd Jadi Harapan Revolusi Rasial Amerika
Di Kampung Halamannya, George Floyd Dikenang Sebagai 'Raksasa Lembut'
1.600 Tentara AS Dikerahkan ke Washington Hadapi Unjuk Rasa Kematian George Floyd
Donald Trump Bantah Sembunyi di Bunker Saat Ada Demo Kematian George Floyd
Polisi Pembunuh George Floyd Dituntut Pembunuhan Tingkat Dua
Warga Kulit Hitam AS: Saya Lebih Takut Dibunuh Polisi Daripada Mati Karena Covid-19

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Gerak Cepat Jawa Barat Tangani Corona - MERDEKA BICARA with Ridwan Kamil

5