Protes Sanksi Rajam Homoseksual, Ellen Serukan Boikot 9 Hotel Milik Brunei Darussalam

DUNIA | 4 April 2019 10:40 Reporter : Ira Astiana

Merdeka.com - Undang-undang hukuman mati bagi pezina dan homoksual di tetapkan oleh pemerintah Brunei Darussalam rupanya mendatangkan protes dari berbagai kalangan. Salah satu bintang film Hollywood, George Clooney, menyerukan pemboikotan sembilan hotel yang memiliki hubungan dengan Brunei.

Tidak hanya Clooney, aktris multitalenta sekaligus host ternama, Ellen DeGeneres juga menyuarakan protes serupa. Dalam satu unggahan di Instagram pribadinya, Ellen mengajak agar semua orang menentang UU tersebut.

"Besok, negara Brunei akan mulai merajam kaum gay sampai mati. Kita perlu melakukan sesuatu sekarang. Silakan boikot hotel-hotel yang dimiliki oleh Sultan Brunei ini. Angkat suara Anda sekarang. Sebarkan berita ini. Ayo bangkit," tulis Ellen, dikutip dari Instagramnya, Kamis (4/4).

Dalam unggahan tersebut, Ellen menyertakan foto yang mencantumkan nama-nama hotel di dunia milik Sultan Brunei. Hotel-hotel tersebut antara lain sebagai berikut:

Bel-Air di Los Angeles, Amerika Serikat
The Beverly Hills Hotel, Baverly Hills, AS
The Dorchester, London, Inggris,
45 Park Lane, London, Inggris
Coworth Park, Ascot, Inggris
Le Meurice, Paris, Prancis
Plaza Athenee, Paris, Prancis
Eden, Roma, Italia, dan
Principe di Saovoia, Milan, Italia

Meski mendapat protes dalam bentuk boikot, tampaknya pemerintah Brunei tidak berniat untuk menarik kembali KUHP baru yang diumumkan pada Mei 2014 oleh Sultan Brunei, Hassanal Bolkiah, tersebut.

Dalam situs web, mengutip perkataan Sultan, bahwa pemerintahannya tidak mengharapkan orang lain untuk menerima dan setuju dengan aturan tersebut. Namun sebaiknya mereka menghormati suatu bangsa dengan cara yang sama seperti negara tersebut menghormati mereka.

Sebagai informasi, Brunei Darussalam mulai memberlakukan hukuman mati kepada warganya yang terbukti bersalah melakukan tindak pidana berupa perzinaan, pemerkosaan, atau berhubungan seksual dengan sesama jenis.

UU ini terinspirasi dari hukum syariah dari anggota parlemen. Hukum syariah ini hanya berlaku untuk warga Muslim di negara tersebut. UU ini akan diberlakukan pada 3 April. Sebelumnya, Brunei telah memiliki hukuman untuk pelaku homoseksual yakni berupa penjara hingga 10 tahun. Tetapi dalam UU yang baru, pelakunya kemungkinan akan menghadapi eksekusi berupa hukum cambuk atau rajam.

Baca juga:
PBB Kecam UU Hukuman Mati Dibuat Brunei Darussalam Bagi Homoseksual
9 Hotel Mewah Sultan Brunei Diboikot George Clooney, Kecam Hukuman Rajam untuk Gay
Protes Hukuman Mati LGBT, George Clooney Serukan Boikot 9 Hotel Milik Sultan Brunei
Brunei Darussalam Berlakukan Hukuman Mati Bagi Penyuka Sesama Jenis
Ratusan Pelajar Brunei Tertarik Kuliah di Indonesia

(mdk/ias)