Pulang Kuliah dari Jerman, Pria Taiwan Terinfeksi Cacar Monyet

Pulang Kuliah dari Jerman, Pria Taiwan Terinfeksi Cacar Monyet
Sampel hasi tes cacar monyet. ©Dado Ruvic/Reuters
DUNIA | 25 Juni 2022 15:38 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Taiwan melaporkan kasus pertama cacar monyet dari luar negeri, yaitu seorang laki-laki berusia 20-an tahun yang telah menempuh studi di Jerman sejak Januari hingga Juni tahun ini, ketika dia kembali ke pulau itu.

Dilansir Antara mengutip Reuters, Sabtu (25/6), Pusat Pengendalian Penyakit Taiwan mengatakan pria itu terbang kembali ke Taiwan pada 16 Juni 2022 dan kembali ke rumah untuk menjalani karantina COVID-19 yang diwajibkan untuk semua kedatangan dari luar negeri.

Pada 20 Juni, dia mengalami gejala termasuk demam, sakit tenggorokan, dan ruam. Kemudian, dia mencari pertolongan medis dan setelah diperiksa ia dipastikan menderita cacar monyet.

Dia sekarang dirawat di bangsal isolasi dan kontak dekatnya tidak menunjukkan gejala, kata Pusat Pengendalian Penyakit Taiwan dalam pernyataannya, Jumat.

Di kawasan Asia Pasifik, tercatat Singapura, Korea Selatan, dan Australia juga telah melaporkan kasus cacar monyet.

Lebih dari 40 negara di mana cacar monyet tidak endemik telah melaporkan wabah penyakit virus itu karena kasus yang dikonfirmasi melebihi 3.000.

Cacar monyet, yang menyebar melalui kontak dekat dan pertama kali ditemukan pada monyet, sebagian besar terjadi di Afrika barat dan tengah, dan hanya kadang-kadang menyebar di tempat lain. (mdk/pan)

Baca juga:
WHO Catat Lebih dari 3.200 Kasus Cacar Monyet di Seluruh Dunia
Afrika Selatan Laporkan Kasus Cacar Monyet Pertama, Tidak Terkait Perjalanan
Korea Selatan Catat Dua Kasus Cacar Monyet
WHO Bakal Ganti Nama Penyakit Cacar Monyet, Ini Alasannya
Inggris: Cacar Monyet Dipastikan Menular dari Manusia ke Manusia
Ini Alasan WHO Sebut Cacar Monyet Belum Bisa Jadi Pandemi Global
Hoaks Seputar Cacar Monyet Diciptakan di Lab dan Klaim Lainnya Terbantahkan

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini