Pusat Wisata Gondola Venesia Terendam Banjir Tertinggi dalam 50 Tahun

DUNIA | 13 November 2019 18:47 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Venesia dihantam gelombang pasang tertinggi dalam 50 tahun terakhir pada Selasa malam, sementara para turis mengarungi jalan-jalan yang banjir untuk mencari perlindungan saat angin kencang memicu gelombang di alun-alun St Mark.

Saat peringatan banjir terdengar di seluruh kota, ketinggian air mencapai 1,87 meter, kata pusat pemantauan pasang surut. Venesia terkenal wisata gondolanya. Wisatawan menyusuri kanal-kanal di seluruh kota dengan gondola.

"Kami saat ini menghadapi gelombang pasang yang luar biasa. Semua orang telah dimobilisasi untuk mengatasi keadaan darurat," kata Wali Kota Venesia, Luigi Brugnaro di Twitter, dilansir dari Aljazeera, Rabu (13/11).

Hanya satu kali sejak pencatatan dimulai pada tahun 1923 ketinggian air lebih tinggi dari saat ini, mencapai 1,94 meter pada tahun 1966.

Ketika layanan darurat dibawa ke kanal untuk memeriksa kerusakan, media Italia melaporkan seorang pria berusia 78 tahun kena setrum saat air mengalir ke rumahnya. Penjaga pantai menambahkan kapal tambahan yang difungsikan sebagai ambulans.

Taksi-taksi air yang mencoba mengantar orang-orang ke hotel-hotel yang mewah dan bersejarah di sepanjang Grand Canal mendapati gang-gang terendam dan harus membantu penumpang memanjat melalui jendela.

"Ini akan menjadi malam yang panjang," cuit Brugnaro. Dia menambahkan ketika permukaan air mulai turun lagi, ada kekhawatiran baru terkait kerusakan yang ditimbulkan akibat banjir.

Brugnaro mengatakan akan mengumumkan status bencana di kota yang dipimpinnya itu.

1 dari 1 halaman

Dampak Perubahan Iklim

Brugnaro menyebut banjir tahun ini sangat luar biasa. Menurutnya banjir ini merupakan dampak perubahan iklim.

"Luka yang akan meninggalkan bekas permanen," ujarnya.

Di Gritti Palace yang mewah, tempat tinggal bagi bangsawan dan selebritas selama beberapa dekade, termasuk Ernest Hemingway, Elizabeth Taylor dan Richard Burton, sebagian besar berada di bawah air. Permadani-permadani yang mewah ditumpuk di atas meja, sementara air merendam sofa-sofa beludru dan buku-buku bersampul kulit.

Sejak 2003, sebuah proyek besar untuk membangun 78 gerbang mengambang untuk melindungi laguna Venesia selama air pasang sedang dalam pembangunan, tetapi terhalang pembengkakan biaya, skandal dan penundaan.

Alun-alun St Mark sangat rentan dihantam air pasang, karena terletak di salah satu bagian terendah kota. Ruang depan basilika dibanjiri air, dan pihak berwenang berencana untuk mengawasi bangunan itu semalaman.

Pierpaolo Campostrini, anggota dewan St Markus, mengatakan skala banjir pada hari Selasa hanya terlihat lima kali dalam sejarah panjang basilika, di mana pembangunan dimulai pada 828 dan yang dibangun kembali setelah kebakaran pada 1063.

Yang paling mengkhawatirkan, Campostrini mengatakan, tiga dari lima episode itu terjadi dalam 20 tahun terakhir, paling baru pada 2018. Kementerian Kebudayaan mengatakan akan membantu mendanai perbaikan sistem pertahanan banjir basilika. (mdk/pan)

Baca juga:
Stromboli, Pulau Paling Berbahaya di Italia
Ditinggalkan Warganya, Kota dan Desa ini Tawarkan Rumah dan Uang untuk Penduduk Baru
Demi Pikat Penduduk Baru, Kota Cammarata di Italia Tawarkan Rumah Gratis
Situs Warisan Dunia di Italia Terbakar
Melihat Panen Anggur untuk Wine di Italia