Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman Jalani Operasi Usus Buntu

Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman Jalani Operasi Usus Buntu
pangeran muhammad bin salman. ©alriyadh.com
DUNIA | 25 Februari 2021 13:08 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman atau dikenal sebagai MBS menjalani operasi pada Rabu. Menurut Biro Pers Saudi (SPA), MBS menjalani operasi radang usus buntu.

SPA melaporkan, dikutip dari Al Arabiya, Kamis (25/2), bedah laparoskopi atau bedah ringan yang dilakukan MBS berjalan lancar. Operasi dilakukan di RS Spesialis Raja Faisal, Riyadh.

Saat ini MBS dilaporkan telah pulang dari rumah sakit.

MBS merupakan pemimpin de facto Arab Saudi. Dia memperkenalkan program Visi 2030, ingin mengubah konservatisme negara kerajaan tersebut menjadi lebih terbuka dengan perubahan dunia.

Sejumlah upaya perubahan dilakukan, mulai dari mengubah sejumlah aturan hingga modernisasi Arab Saudi. Salah satu kebijakannya yang banyak disorot adalah mencabut larangan berkendara bagi perempuan.

MBS juga diduga terlibat dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Khashoggi merupakan pengkritik sejumlah kebijakan kerajaan tersebut.

Dia dibunuh dan dimutilasi pada Oktober 2018 di konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki. Sampai saat ini jasadnya belum ditemukan.

MBS diduga memerintahkan pembunuhan tersebut, dengan mengirim pasukan pembunuh ke Istanbul. Namun MBS membantah terlibat dalam pembunuhan tersebut. (mdk/pan)

Baca juga:
Joe Biden akan Telepon Raja Salman Bahas Laporan Pembunuhan Jamal Khashoggi
Dokumen Rahasia Ungkap Pembunuh Jamal Khashoggi Gunakan Pesawat Perusahaan Sitaan MBS
Telepon Pertama Joe Biden ke Saudi Bakal dengan Raja Salman, Bukan Pangeran MBS
Pangeran Muhammad Bin Salman Bantah Tuduhan Kirim Pasukan Pembunuh ke Kanada
Sampai Raja Salman Tiada, Tidak Ada Normalisasi Saudi dengan Israel
Raja Salman Tak Diinformasikan Soal Pertemuan Rahasia Pangeran MBS & Netanyahu

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami