Raja Salman Lockdown Riyadh, Makkah dan Madinah Cegah Penyebaran Corona

Raja Salman Lockdown Riyadh, Makkah dan Madinah Cegah Penyebaran Corona
DUNIA | 26 Maret 2020 11:44 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz menyetujui keputusan untuk menutup tiga kota besar di Arab Saudi demi mencegah penyebaran virus Corona. Mulai hari Kamis (26/3) warga dilarang bepergian antarkota.

Tiga kota yang dikarantina wilayah (lockdown) itu adalah Riyadh, Makkah, dan Madinah. Warga dilarang memasuki atau keluar dari tiga kota itu.

Dikutip dari Al Arabiya, Kamis (26/3), Raja Salman juga menyetujui tindakan yang diputuskan Kementerian Dalam Negeri yakni melarang penduduk di 13 wilayah kerajaan melakukan perjalanan di antara berbagai wilayah. Selain larangan bepergian, jam malam juga diberlakukan mulai pukul 3 sore.

Namun jam malam ini tidak berlaku untuk mereka yang bekerja di sektor publik dan swasta vital seperti keamanan, militer dan media. Mereka yang bekerja di layanan kesehatan juga dikecualikan dari jam malam.

Saudi sejauh ini mengonfirmasi dua kematian terkait virus corona, satu pada hari Selasa (24/3) dan satu hari Rabu (25/3). Jumlah total positif yang terinfeksi Covid-19 mencapai 900 orang menurut kementerian kesehatan.

Sebelum pemberlakuan lockdown, aparat juga telah melakukan penutupan mal-mal dan taman sejak awal bulan Maret. Restoran dan kafe hanya boleh memberikan layanan pemesanan untuk dibawa pulang atau layanan pengantaran.

Para pekerja di lembaga pemerintahan juga telah dirumahkan untuk jangka waktu 16 hari, kecuali untuk sektor kesehatan, keamanan, dan militer.

1 dari 1 halaman

Uni Emirat Arab Tutup Transportasi Umum 3 Hari

Sementara itu, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri Uni Emirat Arab memutuskan menutup semua transportasi umum selama tiga hari ke depan (26-29 Maret). Langkah itu diambil sebagai bagian dari program sterilisasi nasional untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

"Kementerian Kesehatan dan Pencegahan dan Kementerian Dalam Negeri memutuskan, dengan berkoordinasi dengan semua lembaga federal dan lokal yang relevan, untuk meluncurkan 'program sterilisasi nasional' untuk mensterilkan semua fasilitas publik, transportasi umum, dan layanan metro secara penuh selama periode akhir pekan, mulai pukul 8 malam pada hari Kamis 26 Maret hingga 6 pagi pada hari Minggu, 29 Maret 2020, " kata Kementerian Kesehatan dalam pernyataannya seperti dikutip Al Arabiya.

Selama periode ini, lalu lintas dan pergerakan publik akan dibatasi termasuk transportasi umum dan layanan metro akan ditangguhkan. Kementerian mengatakan pihak berwenang akan memberlakukan pembatasan gerakan dengan memeriksa dan memverifikasi kartu tanda pengenal warga yang tetap berkeliaran.

Meski begitu, semua outlet penjualan makanan seperti Union Societies, toko kelontong, dan supermarket, serta apotek akan diizinkan beroperasi 24 jam. Otoritas UEA hingga Rabu (25/3) mengonfirmasi total 333 kasus positif virus corona. (mdk/bal)

Baca juga:
Batasi Wabah Corona di Saudi, Raja Salman Berlakukan Jam Malam Selama 21 Hari
Saudi Larang Jemaah Salat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk Mencegah Corona
Saudi Tiadakan Salat Berjemaah di Masjid, Kecuali di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
Arab Saudi Tutup Mal, Larang Restoran, dan Kafe Beroperasi
Saudi Kirim Surat Agar Indonesia Bersabar, Persiapan Ibadah Haji 2020 Tetap Berjalan
Harga Minyak Dunia Turun Usai Rusia dan Arab Saudi Perang Harga

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami