Raja Saudi larang praktik cium tangan

DUNIA | 20 Agustus 2013 14:03 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Praktik cium tangan di kalangan warga Arab Saudi menuai kontroversi. Sebagian kalangan menganggap praktik itu memalukan, sebagian lain mendukung karena untuk menghormati orang lain.

Raja Saudi Abdullah bin Abdulaziz termasuk yang menentang, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Selasa (20/8).

"Saya menyatakan menolak praktik ini dan meminta semua orang mengikuti apa yang saya lakukan. Mencium tangan hanya boleh dilakukan kepada orang tua sebagai bentuk penghormatan," kata dia dalam pernyataan baru-baru ini.

Belum lama ini di media sosial Twitter menyebar sejumlah foto memperlihatkan para ulama tersenyum ketika ada orang yang mencium tangannya.

Sebagian orang mengatakan hanya orang tua atau kerabat lebih tua yang layak dicium tangannya sebagai bentuk kasih sayang dan penghormatan.

Ulama adel al-Kalbani, mantan imam besar Masjidil Haram menyatakan praktik cium tangan merupakan tradisi sufisme sebagai bentuk kesetiaan. Praktik ini juga biasa dilakukan di wilayah Hijaz dan tidak terlalu banyak berkaitan dengan kebiasaan masyarakat Saudi.

Di beberapa daerah di Saudi tradisi cium tangan sudah dianggap biasa, namun kini praktik itu dinilai memalukan.

(mdk/fas)

TOPIK TERKAIT