Ratusan Anak Alami Trauma Setelah Ledakan Beirut, Dapat Berdampak Sampai Dewasa

Ratusan Anak Alami Trauma Setelah Ledakan Beirut, Dapat Berdampak Sampai Dewasa
Ledakan di Beirut. ©2020 STR / AFP
DUNIA | 18 Agustus 2020 07:28 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Ledakan mematikan di pelabuhan Beirut pada 4 Agustus telah menyebabkan banyak orang di ibu kota Lebanon, Beirut, mengalami gejala stres pasca-trauma - termasuk anak-anak, kata para ahli.

Ketika ledakan melanda Beirut, Hammoud (3) sedang bersama ibu, bibi, dan neneknya di supermarket. Selama berhari-hari, dia dalam kondisi katatonik atau suatu sindrom perilaku yang ditandai oleh ketidakmampuan bergerak normal.

“Selama ini, Hammoud tidak pernah ngomong, tidak berbicara. Tidak pernah. Matanya seperti ini (terbuka lebar)," kata ibu Hammoud, Sari Anti, dikutip dari Aljazeera, Senin (17/8).

Spesialis kesehatan mental melihat adanya berbagai respons trauma pada anak-anak Lebanon akibat ledakan tersebut.

"(Respon trauma termasuk) isolasi, agresi, ketakutan pada suara, mimpi buruk, penurunan ke tahap perkembangan sebelumnya," kata Loyal Tabasco, spesialis intervensi psikologis dan perawatan anak Lebanon.

Ledakan pelabuhan itu membuat 80.000 anak-anak mengungsi, dan 1.000 dari sekitar 6.000 yang terluka dalam ledakan itu adalah anak di bawah umur.

Figur orang tua - tempat yang menenangkan di saat krisis - tidak selalu ada atau tersedia untuk anak-anak. Para ahli perkembangan anak memperkirakan berbagai lapisan bencana yang dihadapi anak-anak Lebanon dapat melahirkan generasi dewasa yang rusak atau tangguh di masa depan.

“(Anak-anak yang mengalami trauma dapat) mengubah kesedihan itu menjadi kemarahan dan perlawanan - yang sehat - atau mengabaikannya, (itulah) pertarungan atau pelarian dasar (respons),” jelas Tabasco.

Gejala luar Hammoud telah hilang, tetapi tidak mungkin untuk mengukur kerusakan psikologis yang mungkin dia simpan yang dapat muncul di masa depan.

2 dari 4 halaman

Penyelidikan Sangat Kompleks

kompleks

Ledakan di pelabuhan Beirut terjadi pada 4 Agustus lalu. Ledakan dipicu 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan di sebuah gudang di pelabuhan. Amonium nitrat ini adalah barang sitaan dari sebuah kapal yang berlabuh di pelabuhan Beirut.

Ledakan dahsyat tersebut menewaskan 180 orang dan melukai 6.000 lainnya. Ratusan ribu orang juga kehilangan tempat tinggal.

Presiden Lebanon, Michel Aoun menyampaikan, penyelidikan ledakan tersebut sangat kompleks dan tak akan rampung secepatnya.

Menanggapi seruan agar ia mundur, Aoun mengatakan kepada stasiun TV Prancis BFMTV dalam wawancara pertamanya dengan media asing sejak ledakan 4 Agustus, hal itu "tidak mungkin" karena akan menciptakan kekosongan kekuasaan. Wawancara itu ditayangkan Sabtu malam.

Penyebab kebakaran yang menyulut hampir 3.000 ton amonium nitrat yang disimpan di pelabuhan Beirut masih belum jelas. Dokumen menunjukkan, pemimpin tertinggi negara tersebut, termasuk Aoun, dan pejabat keamanan mengetahui bahan kimia yang telah disimpan di sana selama bertahun-tahun.

3 dari 4 halaman

Tiga Bagian Penyelidikan

penyelidikan

Aoun mengatakan penyelidikan itu dibagi menjadi tiga bagian. Yang pertama bertujuan untuk menentukan keadaan sekitar kargo, yang kedua dari mana asalnya dan siapa yang mengirimkannya dan yang ketiga siapa yang bertanggung jawab untuk menangani dan mengamankannya.

"Kami memiliki tekad untuk mencapai kesimpulan dengan cepat, tetapi kami menemukan masalahnya sangat kompleks dan membutuhkan waktu,” jelas Aoun.

Ketika ditanya tentang tindakan apa yang dia ambil ketika mengetahui keberadaan bahan peledak itu pada Juli, Aoun mengatakan informasi itu datang kepadanya "sangat terlambat", tetapi penasihat militernya diyakinkan mereka yang bertanggung jawab langsung menangani masalah tersebut.

"Mereka semua telah diberi tahu," kata Aoun, menambahkan bahwa dia memastikan mereka yang dapat mengambil tindakan untuk mengamankan daerah itu berada dalam lingkaran.

Aoun mengatakan FBI dan penyelidik Prancis membantu karena "mereka memiliki kemampuan lebih dari kita dan kemampuan untuk mengetahui detail dari apa yang membuat kapal itu di sini, apa sumbernya dan siapa pemiliknya."

4 dari 4 halaman

Gambar Satelit

ratusan anak alami trauma setelah ledakan beirut, dapat berdampak sampai dewasa

Aoun, yang didukung oleh milisi Hizbullah yang kuat, mengatakan dia meminta gambar satelit untuk menentukan apakah ada serangan udara, mengatakan dia tidak mengesampingkan kemungkinan serangan rudal asing.

Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah telah membantah kelompoknya memiliki peran dalam ledakan itu dan mengatakan setiap penyelidikan internasional kemungkinan akan berusaha untuk membebaskan Israel dari tanggung jawab dalam ledakan pelabuhan, jika ada bantuan.

Israel membantah terlibat dan sejauh ini tidak ada bukti yang menunjukkan sebaliknya.

Rakyat Lebanon ingin penyelidikan itu diambil alih dari pemerintah, karena khawatir perdebatan di antara faksi-faksi politik yang sudah lama mengakar, terkenal karena korupsi, tidak akan membiarkan hasil apa pun terungkap yang dapat mengancam kekuasaan mereka.

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami