Ratusan pengungsi Suriah di Libanon pulang ke rumah masing-masing

DUNIA | 29 Juli 2018 11:17 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Stasiun televisi Suriah kemarin melaporkan sekitar 1.200 pengungsi Suriah mulai melintasi perbatasan Libanon untuk kembali pulang ke rumah masing-masing.

Sebanyak tiga bus terlihat melewati perbatasan menuju Suriah sore kemarin dan 30 bus lainnya menyusul di hari yang sama.

Dikutip dari laman Haaretz, Minggu (29/7), Kepala Direktorat Keamanan Libanon Abbas Ibrahim mengatakan dalam beberapa hari ini akan ada ratusan ribu pengungsi Suriah yang kembali pulang.

Dia mengatakan keterlambatan terjadi karena ada sejumlah pengungsi yang harus melalui proses pemeriksaan.

"Kami tidak ingin ada pengungsi Suriah yang pulang tapi kemudian ditangkap," kata Ibrahim kepada wartawan di perbatasan.

Libanon menampung lebih dari satu juta pengungsi Suriah atau lebih dari seperempat jumlah penduduk negara itu. Sejumlah politisi Libanon mengatakan para pengungsi itu harus kembali pulang karena Presiden Suriah Basyar al-Assad sudah kembali menguasai sebagian besar wilayah dari tangan pemberontak sejak konflik meletus tujuh tahun lalu.

pengungsi suriah pulang dari libanon ©Reuters



Pekan ini pejabat senior Suriah berada di Beirut untuk membahas pemulangan para pengungsi itu. Kementerian Pertahanan Suriah mengatakan lebih dari 1,7 juta pengungsi akan bisa kembali ke rumahnya dalam waktu dekat.

"Saya tak bisa berkata-kata untuk mengungkapkan perasaan," ujar seorang pengungsi perempuan ketika dia hendak naik ke dalam bus.

Seorang remaja di dalam bus terlihat membawa poster bergambar Presiden Assad dengan tulisan 'Bersama menuju jalan kemenangan."

Baca juga:
Menguak sekongkol Israel dengan pemberontak Suriah
Bom bunuh diri meledak di Suriah selatan, 38 orang tewas
Rusia dan Libanon bahas rencana pemulangan pengungsi Suriah
Israel tembak jatuh jet Sukhoi Suriah
Suriah kecam evakuasi White Helmets oleh Israel
Israel evakuasi White Helmets dari Suriah ke Yordania

(mdk/pan)