Reaksi ISIS Setelah Dipukul Mundur Militer Suriah

DUNIA | 26 Maret 2019 06:20 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) makin lemah di Suriah. Penyebab lemahnya ISIS karena setelah dilakukan operasi militer Pasukan Demokratik Suriah (SDF). Operasi militer Suriah di Desa Baghouz, Suriah bikin ISIS keok.

"Pasukan Demokrat Suriah mengumumkan penghapusan total apa yang disebut kekhalifahan dan 100 % kekalahan teritorial ISIS #SDFDefalahanISIS," tulis juru bicara SDF Mustafa Bali melalui akun Twitternya.

Usai dinyatakan kalah, banyak tindakan-tindakan yang dilakukan oleh anggota ISIS. Berikut reaksi ISIS setelah dinyatakan kalah oleh SDF:

1 dari 3 halaman

Sebagian Pengikut Menyerahkan Diri

Sekitar 3.000 anggota kelompok ISIS dilaporkan meninggalkan benteng pertahanan terakhir mereka di Suriah. Mereka menyerah kepada pasukan yang dipimpin Kurdi.

"Jumlah anggota Daesh (ISIS) yang menyerah kepada kami sejak kemarin malam telah meningkat menjadi 3.000," ujar juru bicara Pasukan Demokratik Suriah (SDF) Mustafa Bali.

Puluhan anggota ISIS juga keluar dari persembunyian mereka di Desa Baghouz. Mereka keluar dari terowongan dan menyerah pada SDF. Meskipun begitu, masih ada beberapa anggota lagi yang masih bersembunyi.

2 dari 3 halaman

Ada Ancaman Serangan ke Eropa

Usai dinyatakan kalah oleh SDF, tiba-tiba muncul sebuah dokumen berisi rencana serangan ISIS. Dokumen itu diambil dari jenazah seorang anggota ISIS yang tergeletak di gurun. Rencananya, dokumen itu akan diserahkan kepada "Biro Relasi Luar Negeri Departemen Operasi di Eropa".

Dalam dokumen itu terlihat seorang anggota senior ISIS, Abu taher Al Tajiki yang sedang berbicara dengan pimpinan lokal ISIS. Inti dari perbincangan itu adalah, mereka ingin mengirim daftar target jika situasi aman.

3 dari 3 halaman

Pindah ke Negara Lain

Setelah Desa Baghouz diserang oleh pasukan SDF, ISIS sudah tak punya persembunyian lagi. Beberapa anggotanya memang belum semua menyerah. Wajar saja, karena anggotanya direkrut dari berbagai negara.

Beberapa waktu lalu, bendera hitam ISIS berkibar di kepulauan Filipine selatan. Mereka menganggap wilayah itu sebagai Provinsi Asia Timur. Para lelaki di hutan, yang berjarak dua samudera dari tempat kelahiran ISIS yang gersang, membawa kelompok mereka ke dalam pertempuran baru.

Denyut gerakan kelompok ini justru berkembang di tempat lain. Pulau Mindanao, Filipina Selatan, telah lama menjadi surga bagi para pemberontak karena hutan belantara yang lebat dan pengawasan lemah. ISIS menarik sejumlah jihadis militan. Demikian dilansir dari laman The New York Times, Selasa (12/3).

"ISIS memiliki dana dan mereka merekrut pejuang," kata Rommel Banlaoi, ketua Lembaga Penelitian Perdamaian, Kekerasan dan Terorisme Filipina. "ISIS adalah masalah yang paling rumit dan berkembang di Filipina saat ini, dan kita tidak boleh berpura-pura bahwa mereka tidak ada karena kita tidak ingin itu ada," jelasnya. (mdk/has)

Baca juga:
'Kekhalifahan' ISIS Akhirnya Tumbang, Tapi di Mana Abu Bakar Al-Baghdadi?
Pasukan Demokratik Suriah Sebut ISIS Sudah Dikalahkan
Donald Trump Janji Hapus ISIS dari Peta
ISIS Ancam Balas Dendam Serangan Penembakan di Selandia Baru
Usai Penembakan di Selandia Baru, Waspadai Aksi Balas Dendam Al Qaeda dan ISIS

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.