Rekaman Suara Terbaru Baghdadi Serukan Pembebasan Muslimah ISIS di Kamp Penahanan

DUNIA | 17 September 2019 11:47 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Pemimpin kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Abu Bakar al-Baghdadi kemarin diduga merilis sebuah rekaman suara terbaru berisi seruan kepada seluruh anggotanya untuk melakukan apa pun demi membebaskan tahanan ISIS dan kaum perempuan yang dipenjara di kamp penampungan.

Rekaman suara ini adalah yang pertama kembali muncul ke publik setelah terakhir April lalu dia muncul dalam sebuah rekaman video buat pertama kalinya sejak lima tahun.

Dikutip dari laman Al Arabiya, Senin (16/9), dalam rekaman ini Baghdadi masih menyerukan anggotanya melancarkan serangan teroris ke sejumlah negara.

Dalam rekaman suara 30 menit yang dirilis oleh media ISIS, Al-Furqan, Baghdadi menyinggung soal para perempuan muslim yang ditahan di kamp penahan dan 'dipermalukan oleh kaum salib dan Syiah yang menjadi pengikut mereka'.

"Bagaimana mungkin seorang muslim bisa menikmati hidup?" tanya Baghdadi.

Amerika Serikat menghargai kepala Baghdadi sebesar USD 25 juta atau setara Rp 351 miliar. Baghdadi adalah sosok yang paling dicari di dunia lantaran dia dianggap menjadi dalang dari banyak serangan teror di berbagai benua dan negara Eropa.

ISIS dinyatakan kalah di Irak pada 2017 sedangkan di Suriah, kelompok militan itu baru saja kehilangan wilayah terakhir yang dikuasainya pada Maret lalu. Dengan kedua peristiwa itu kekhalifahan ISIS dinyatakan berakhir.

©Ivor Prickett for The New York Times

Namun meski kalah di medan pertempuran, sel-sel tidur ISIS masih terus melancarkan serangan di Irak dan Suriah.

Dalam rekaman suara terbaru ini Baghdadi juga mengatakan kepada para anggotanya untuk menyerang para hakim dan mendakwa anggota ISIS.

Dia juga menyerukan para perempuan muslim yang ditahan di kamp bersabar.

Salah satu kamp penampungan bekas anggota militan ISIS adalah al-Hol yang terletak di sebelah timur laut Provinsi Hasakeh, Suriah. Di sana ada sekitar 73 ribu tahanan. Sementara itu ribuan anggota militan ISIS ditahan di sejumlah penjara di sebelah utara Suriah dan di Irak.

Di Suriah, penjara tahanan ISIS itu dikuasai oleh Pasukan Demokratik Suriah dukungan AS.

Baca juga:
Melacak Rute Pasokan Senjata AS yang Jatuh ke Tangan ISIS
Polri: KKB dan Pemberontak Terafiliasi ISIS di Papua Beda Haluan
Pemberontak di Papua Terafiliasi ISIS Adalah Jemaah Ansharut Daulah
Menhan Tegaskan Kelompok Terafiliasi ISIS Ikut Nimbrung di Konflik Papua
DPR Sebut ISIS Tunggangi Rusuh Papua Masih Dugaan
Tak Ada Manusia, Hewan-hewan Ini Pun Jadi 'Pengantin Bom' ISIS dan Taliban

(mdk/pan)