Remaja Pakistan bunuh pria dituduh menghujat agama di pos polisi

DUNIA | 18 Mei 2014 09:27 Reporter : Vincent Asido Panggabean

Merdeka.com - Seorang remaja berjalan ke sebuah pos polisi di Pakistan dua hari lalu dan menembak hingga tewas seorang pria berusia 65 tahun dari sekte minoritas yang dituduh melakukan penghujatan. Ini menjadi kasus pembunuhan kedua melibatkan undang-undang penodaan agama kontroversial di negara itu.

Pegiat hak asasi mengatakan serangan itu, dan lonjakan jumlah kasus penghujatan, adalah bukti meningkatnya intoleransi di negara Asia Selatan dengan 180 juta penduduk yang didominasi muslim Sunni itu, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Sabtu (17/5).

Korban, Khalil Ahmad, adalah anggota dari komunitas Ahmadiyah, sebuah sekte yang mengatakan mereka adalah muslim tetapi agama mereka ditolak oleh pemerintah Pakistan.

"Ahmad dan tiga anggota Ahmadiyah lainnya telah bertanya kepada penjaga toko di desa mereka di bagian tengah Pakistan pada awal pekan ini untuk menghapus stiker yang mencela komunitas mereka," kata Saleem ud Din, seorang juru bicara untuk jemaat Ahmadiyah.

"Sebagai balasannya, pemilik toko itu mengajukan tuntutan penodaan agama terhadap empat laki-laki tersebut pada 12 Mei. Ahmad, ayah empat anak, sedang berada di dalam tahanan polisi ketika remaja laki-laki berjalan, meminta untuk melihat dia, dan menembak mati Ahmad," ujar dia.

Polisi mengatakan kepadanya bahwa sang penembak, yakni seorang siswa sekolah menengah atas, telah ditangkap.

Din menyatakan kesalahan dalam keamanan harus diselidiki. Para kritikus mengatakan polisi Pakistan terkenal tidak terlatih dan keamanan kerap longgar.

"Mereka mengatakan kepada kita bahwa orang yang menembak Khalil seorang anak laki-laki," ucap Din kepada Reuters. "Kampanye kebencian yang dilakukan terhadap kami oleh para mullah akan terus dan terus terjadi."

Khalil terbunuh dalam pos polisi Sharaqpur, sekitar 55 kilometer sebelah barat laut Kota Lahore, Provinsi Punjab. (mdk/fas)

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.